Melihat Rekonstruksi Kejadian di TKP, Agenda TGPF di Intan Jaya

Ketua Tim Gabungan Pencari Fakta Kasus Intan Jaya Benny mamoto (tengah) memimpin kegiatan selama berada di Sugapa. (foto: istimewa)

PAPUAInside.com, JAYAPURA—  Salah satu agenda TGPF Intan Jaya yang saat ini sudah berada di Sugapa mendatangi lokasi kejadian serta melihat rekonstrusi peristiwa yang terjadi 16 – 19 September 2020 tersebut.

Hari pertama tiba di Sugapa, TGPF yang dipimpin ketua tim Benny Mamoto bertemu dengan Bupati Intan Jaya, Natalis Tabuni beserta Forkopimda, Komandan Korem Papua dan Direktur Reserse Umum Polda Papua.

“Kami mendapat banyak masukan untuk menjadi bahan kami perdalam, kami elaborasi lagi dengan bertemu langsung dengan para saksi yang akan kami laksanakan berikutnya,” ujar Benny Mamoto.

Setelah itu TGPF akan menuju ke lokasi kejadian untuk melihat rekonstruksi kejadian.

“Hari berikutnya kami harus turun ke TKP kemudian kami harus melihat rekontruksinya, melihat medannya, sehingga apa yang tertuang di berita acara kesaksian-kesaksian bisa terkonfirmasi dengan kondisi di lapangan” ujar Benny Mamoto.

Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni mengucapkan terima kasih atas kehadiran TGPF di Sugapa. Ia berharap TGPF dapat mengungkap fakta yang terjadi sebenarnya, terkait insiden beberapa waktu lalu.

Sementara itu, tim di Jayapura di bawah Wakil Ketua TGPF Sugeng Purnomo (Deputi 3 Kemenko Polhukam) bertemu dengan sejumlah pihak termasuk Polda Papua, Kodam Papua, Binda Papua, Lantamal, Lanud dan BAIS Papua.

Sugeng Purnomo mengapresiasi seluruh pihak yang dalam upaya pencarian informasi, dan menekankan juga bahwa TGPF juga ingin memperdalam tidak hanya penembakan pendeta Jeremia semata, namun juga berbagai kekerasan dan penembakan yang terjadi sepanjang bulan September 2020.

Anggota tim di Jayapura sebagian besar adalah unsur tokoh masyarakat Papua. Antara lain Constan Karma, Taha Al Hamid, dan Michael Manufandu. Serta mantan Dubes Indonesia di PBB Makarim Wibisono.

Sedangkan anggota Tim di Intan Jaya lebih beragam, antara lain tokoh masyarakat, agama, adat, dan tokoh kampus. Selain itu, terdapat pula dari unsur Kepolisian, TNI, Badan Intelijen Negara (BIN), serta Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK).

Dari kalangan tokoh agama ada pendeta Henok Bagau, Jhony Nelson Simanjuntak dari PGI, serta Samuel Tabuni dan Victor Abraham Abaidata dari tokoh pemuda.

Dari unsur kampus ada Sosiolog UGM Bambang Purwoko, ahli hukum Universitas Udayana Dewa Gede Palguna dan Apolo Safanpo dari Uncen Jayapura. Ada pula wakil ketua LPSK Edwin Partogi Pasaribu dan Deputi Polhukam KSP, Jaleswari Pramodhawardani. **

Editor: Nethy DS|