Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.id, JAYAPURA—Pemerhati Lingkungan Barnabas Suebu atau populer disapa Kaka Bas menyampaikan banyak terima kasih dan penghargaan, khusus kepada PT Freeport Indonesia (PTFI), yang telah menyerahkan bantuan 10.000 bibit bambu kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua.
“Freeport adalah perusahaan besar, bisa buat lebih lagi dari ini,” ujar Kaka Bas di sela-sela penanaman secara simbolik bibit bambu di area penyangga atau buffer zone di kawasan Cagar Alam Pegunungan Cycloop di Buper, Waena, Kota Jayapura, Kamis (16/11/2023).
Mantan Gubernur Papua ini juga menghimbau kepada lembaga-lembaga swasta lain, agar bisa mengikuti langkah yang telah dilakukan Freeport.
“Swasta-swasta jangan diam, karena ini semua kita stake holder untuk menyelamatkan Cycloop,” ujarnya.
“Kita tak akan selesai hanya dengan Cycloop. Sesudah Cycloop selesai kita akan selamatkan Danau Sentani dan Teluk Youtefa. Danau Sentani harus diselamatkan, Teluk Youtefa harus diselamatkan. Kenapa ada kata selamatkan disini, karena ini penting salah-satunya yang merusak hutan bakau di Taman Wisata Alam (TWA) Teluk Youtefa sudah diproses secara hukum,” tuturnya.
Mantan Dubes Mexico ini menuturkan, kawasan Cagar Alam Pegunungan Cycloop, Danau Sentani dan Teluk Youtefa adalah keseluruhan dari Taman Firdaus bagi orang yang tinggal di Tanah Papua.
Untuk itu, Kaka Bas menghimbau, perlu kesadaran baru untuk menyelamatkan Cycloop, karena Cycloop adalah sumber oksigen bagi manusia.
Oleh karena itu semua harus mencintai lingkungan dan mencintai pohon. “Setiap satu pohon itu sangat berharga untuk hidup kita. Satu daun disini punya manfaat untuk kita, karena daun dan matahari memproses untuk memfotosintetiskan bahan pembuat oksigen. Oksigen yang dihasilkan Cycloop untuk kita hidup dan anak cucu mendatang. Kalau kita membuang oksigen, maka suatu saat tiba kita semua bakal musnah,” terangnya.
“Kita harus sadar ini yang saya sebut kita tanam lagi kesadaran baru untuk cinta Taman Firdaus, yang Tuhan kasih yang tiada duanya di dunia. Tuhan kasih hanya untuk kita pelihara kita nikmati dan kita hidup dari Cycloop,” tukasnya.
Kaka Bas juga menyampaikan rasa hormat dan terima kasihnya kepada Penjabat Gubernur Papua, yang menyambut baik gerakan penyelamatan cagar alam pegunungan Cycloop.
Bahkan, lanjut Kaka Bas, Penjabat Gubernur Papua memerintahkan pihak-pihak Pemerintah Daerah (Pemda) untuk membantu proses ini, termasuk bupati, walikota, distrik, kelurahan/kampung hingga RT/RW bawahan dari pemerintahan.
Sebagaimana diketahui, program penyelamatan cagar alam pegunungan Cycloop telah dimulai pencanangannya oleh Penjabat Gubernur Papua Muhammad Ridwan Rumasukun pada tanggal 4 Agustus 2023 sepanjang 78 km, yang dimulai dari Pasir Enam, Kelurahan Tanjung Ria, Distrik Jayapura Utara, Kota Jayapura hingga Kampung Maribu, Distrik Ravenirara, Kabupaten Jayapura. **













