Oleh: Vina Rumbewas |
PAPUAInside.com, WAMENA – Sekda Jayawijaya Thony M.Mayor S.Pd.,MM membuka secara resmi kegiatan Sosialisasi Penilaian Risiko Level Pemda yang di gelar Inspektorat kabupaten Jayawijaya bekerjasama dengan Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP).
Pada kesempatan itu, sekda berpesan agar para peserta yakni perwakilan dari masing-masing OPD untuk dapat mengikuti kegiatan tersebut dengan serius.
“Hal ini perlu saya tekankan karena dengan tahu risiko yang ada di OPD masing-masing maka OPD dapat mengantisipasi dan meminimalisir risiko yang ada,” ungkapnya, disela-sela sambutan pada pembukaan kegiatan yang berlangsung di gedung Ukumiarek Asso, Selasa (19/04/2022).
Pengawasan berbasis risiko merupakan metodologi pemeriksaan yang dipergunakan untuk memberikan jaminan bahwa risiko telah dikelola dalam batasan yang telah ditetapkan managemen pada suatu instansi pemerintah.
Hal penting yang wajib dipahami adalah aspek pengendalian dari setiap proses yang terkait serta risiko dan faktor-faktor pengendalian guna mendukung pencapaian sasaran instansi.
“Dalam penyusunan perencanaan di OPD mulai dari renstra sampai dengan turunannya harus sudah mulai dengan memikirkan risiko dari program yang dikerjakan,” katanya.
Atas nama pemerintah daerah, sekda menyampaikan terimakasih kepada BPKP Perwakilan Papua yang selalu mendampingi pemda Jayawijaya dan memberikan arahan-arahan dalam proses perencanaan pembangunan di kabupaten Jayawijaya. Dengan melihat besar risiko yang dihadapi, bagaimana cara untuk kita menghindari risiko yang berkaitan dengan masalah hukum agar tidak terjadi masalah di kemudian hari.
“Dalam menyusun program-program pembangunan harus sesuai dengan yang direncanakan dan sesuai ketentuan undang-undang yang berlaku, sehingga dalam pemeriksaan BPK kita sudah jalan sesuai aturan, dengan begitu meminimalisir dampak negative dikemudian hari,” jelasnya.
Pada kesempatan yang sama, Totok Hardiwiyoto selaku Sekertaris Inspektorat Kabupaten Jayawijaya mengatakan bahwa tujuan kegiatan ini agar para OPD bisa menyusun perencanaan yang berbasis risiko sehingga kapabilitas APIP bisa disusun dengan baik.
“Jadi nanti OPD bisa mengidentifikasi seluruh risiko-risiko dimasing-masing kegiatannya, sehingga kegiatan-kegiatan yang ada di OPD bisa sesuai dengan tujuan dan outputnya bisa tercapai,” jelasnya.
Kegiatan ini dinilainya sangat penting karena level APIP Pemda Jayawijaya masih berada pada level II, sehingga diharapkan dengan sosialisasi ini bisa mendorong pemda Jayawijaya menuju ke level III.
“Level PK APIP maupun level SPIP adalah untuk mendeteksi sebenarnya sampai sejauh mana pemda berkeinginan untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi itu dari semua program dan kegiatan yang ingin dicapai,” katanya.
Diharapkan nanti OPD bisa menyusun risiko-risiko yang ada dan register risiko yang akan digunakan dalam pemilihan risiko, dan inspektorat dalam menyusul SPIP bisa memprioritaskan. Dengan begitu kegiatan yang mengandung risiko tinggi akan disesuaikan. **













