Oleh: Faisal Narwawan I
PAPUAinside.com, JAYAPURA—TNI berencana mengevakuasi tenaga kesehatan (nakes) yang berhasil selamat dan mengamankan diri ke Pos TNI Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua. Evakuasi dilakukan dari Kiwirok ke Jayapura, Rabu (15/9/2021).
Total ada 12 nakes di Kiwirok, 1 diantaranya sedang berada di Jayapura, sehingga 11 orang sedang betugas saat peristiwa pembakaran dan penyerangan itu berlangsung. Dari 11 orang, delapan berhasil selamat dan berlindung di Pos TNI Kiwirok, sementara tiga nakes masih dalam pencarian.
Selain melakukan evakuasi nakes, TNI juga mengirim 27 personel Batalyon Infanteri Raider Khusus 751/Vira Jaya Sakti untuk melakukan pengejaran terhadap kelompok separatis pimpinan Lamek Taplo.
Nantinya, 27 personel ini akan bergabung bersama 30 personel Satgas Nemangkawi.
Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan kepada wartawan mengungkapkan, 3 nakes hingga kini masih dalam pencarian. Sementara 8 orang yang selamat dan alami luka-luka akan dievakuasi hari ini.
Selain tenaga medis, total ada 31 warga yang mengamankan diri ke Pos TNI Kiwirok. TNI juga akan mengirim pasokan bahan makanan ke Kiwirok.
“Kita evakuasi hari ini, ada 31 orang yang mengamankan diri ke pos, ada warga asli Kiwirok, tenaga kesehatan dan tukang yang mengamankan diri, kita juga drop bahan makan ke sana hari ini,” ujar Danrem 172/PWY Brigjen TNI Izak Pangemanan kepada wartawan di Jayapura, Rabu (15/9/2021).
Meski warga memilih mengamankan diri, Danrem mengaku TNI-Polri telah menguasai Distrik Kiwirok.
“Sampai hari ini kita kuasai penuh dan beberapa masyarakat berlindung di pos, ” ujarnya lagi.
Kata Danrem, Kelompok Lamek Taplo adalah kelompok baru dan sudah tidak aktif, mereka mendapat senjata dari reruntuhan jatuhnya helikopter MI 17 pada 28 Juni 2019 lalu.
“Jadi senjata yang digunakan adalah senjata dari Heli itu, ada 6 pucuk,” tutupnya. **













