Hadiri Syukuran Pembangunan Gedung GBI Bethany, Bupati Jayawijaya Ajak Pendeta Sosialisasi Covid-19

Bupati Jayawijaya Jhon R. Banua, menggunting pita sekaligus membuka pintu saat menghadiri syukuran gedung baru GBI Wamena. (Foto: Vina Rumbewas/ PapuaInside.com)

Oleh: Vina Rumbewas  I

PAPUAInside.com, WAMENA—Bupati Jayawijaya Jhon Richard Banua SE, MSi meminta para pelayanan Tuhan atau gembala jemaat ikut mensosialisasikan bahaya penularan Covid-19.

Hal ini disampaikan saat menghadiri syukuran pembangunan gedung Gereja Bethany Indonesia (GBI) Wamena, Jumat (25/06/2021).

“Saya minta kepada bapak ibu pendeta tolong bantu kami sosialisasikan bahaya Covid-19 kepada jemaat. Kami lakukan screening di bandara bukan untuk kepentingan pribadi tapi kepentingan menjaga masyarakat kita,” ungkap Bupati Jayawijaya.

Tidak hanya itu, Wamena merupakan pintu masuk ke wilayah Pegunungan Tengah Papua, sehingga screening di Bandara Wamena wajib dilakukan untuk menjaga warga Jayawijaya.

Menurutnya, dalam setiap kesempatan saat bertemu masyarakat,  sebagai kepala daerah dirinya selalu mengingatkan masyarakat akan bahaya Covid-19.

Pada kesempatan itu, bupati juga meluruskan permasalahan yang terjadi terkait lolosnya salah- satu pejabat negara dari bandara Wamena yang reaktif saat dilakukan test antigen.

“Saya ingin mengklarifikasi, terkait Staf Presiden yang reaktif test antigen namun berhasil keluar. Jadi saya ingin luruskan saat pemeriksaan di bandara beliau reaktif antigen, dan dilanjutkan dengan swab PCR. Namun ketika diminta menunggu, tapi yang bersangkutan sudah pergi,” terang bupati.

Lanjut bupati, setelah dilakukan pencarian ternyata yang bersangkutan tengah mengikuti kegiatan peletakan batu pertama sekolah satu atap di Yapesli bersama Dinas Pendidikan, Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Papua.

“Jadi yang bersangkutan dicari hingga pukul 18.00 WIT dan saya perintahkan dibawa orangnya untuk dikarantina sekalipun staf ahli presiden harus jalani protokol kesehatan,” tegasnya.

Saat ini yang bersangkutan tengah menjalani isolasi di ruang isolasi RSUD Wamena.

“Jadi bukan karena kelalaian petugas kesehatan tapi kelalaian petugas keamanan yang dibandara. Harusnya warga keluar dari bandara dengan memegang hasil bebas Covid-19 yang ditunjukan dengan membawa hasil negative rapid antigen,” jelasnya.

Pada kesempatan itu, bupati juga mengingatkan warga jemaat untuk patuhi protokol kesehatan mengingat saat ini di Pulau Jawa rata-rata penderita Covid-19 merupakan anak-anak.

“Dengan situasi ini kita harus hati-hati. Jika bapak ibu sedikit terlambat di bandara tidak apa, karena ini demi kepentingan banyak orang,” pungkas Banua. **