Dihadiri Uskup Jayapura, Umat Jawa Katolik Rayakan Pentakosta di Gereja Katolik Kristus Terang Dunia Waena

Uskup Jayapura, Mgr. Yanuarius Teofilus Matopai You, Pr saat menghadiri Misa Perayaan Pentakosta 2026 Paguyuban Jawa Katolik se-Jayapura di Gereja Katolik Kristus Terang Dunia Waena (KTDW), Kota Jayapura, Senin (25/5/2026). (Foto: Istimewa)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

 PAPUAINSIDE.ID, JAYAPURA—Paguyuban Jawa Katolik se-Jayapura menggelar Misa Perayaan Pentakosta 2026 di Gereja Katolik Kristus Terang Dunia Waena (KTDW), Kota Jayapura, Senin (25/5/2026), dengan dihadiri langsung Uskup Jayapura Mgr. Yanuarius Teofilus Matopai You, Pr.

Perayaan Pentakosta tahun ini menjadi momentum penting bagi umat Jawa Katolik di Jayapura setelah sempat vakum beberapa tahun akibat pandemi Covid-19. Kegiatan ini juga menjadi ruang memperkuat iman, persaudaraan, serta pelestarian budaya Jawa di tanah perantauan.

Misa dipimpin oleh Barnabas Daryana Pr, didampingi para imam lainnya. Seluruh rangkaian liturgi, doa, dan lagu menggunakan bahasa Jawa sebagai wujud pelestarian budaya dalam kehidupan menggereja.

Tema yang diangkat tahun ini adalah “Roh Suci Nganyari Kita, Wajuke Gereja Misioner sing Mandiri, Partisipatif, Solider lan Aktif ing Tengah Masyarakat”.


Ketua Panitia Innocentius Sunarto mendampingi Uskup Jayapura dalam Misa Pentakosta 2026 di Gereja Katolik Kristus Terang Dunia Waena (KTDW), Kota Jayapura, Senin (25/5/2026). (Foto: Istimewa)

Homili: Umat Diutus Menjadi Solusi

Dalam homilinya, Pastor Barnabas menegaskan peran umat awam sebagai bagian penting dalam misi Gereja.

“Kehadiran umat Katolik jangan menjadi beban, tetapi menjadi solusi dan jalan keluar. Kita berhasil ketika kehadiran kita membantu orang lain,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa Gereja dipanggil untuk menghadirkan dampak nyata di tengah masyarakat, bukan hanya aktivitas internal semata.


Romo Barnabas Daryana Pr saat menyampaikan homili dalam Misa Pentakosta 2026 di Gereja Katolik Kristus Terang Dunia Waena (KTDW), Kota Jayapura, Senin (25/5/2026). (Foto: Istimewa)

Pesan Uskup: Lanjutkan Semangat Perintis

Uskup Jayapura Mgr. Yanuarius Teofilus Matopai You, Pr  menekankan pentingnya persaudaraan dan kontribusi umat Jawa Katolik dalam membangun Papua.

Ia mengenang para perintis dari Jawa yang telah berkontribusi dalam dunia pendidikan di Papua sejak era 1960–1970-an.

“Mereka datang di masa sulit dan berjuang setengah mati. Sekarang saatnya kita melanjutkan semangat itu,” kata Uskup.

Ia juga mengajak umat mengembangkan talenta di berbagai bidang, termasuk pendidikan, kesehatan, dan ekonomi.

Umat mengikuti Misa Perayaan Pentakosta 2026 Paguyuban Jawa Katolik se-Jayapura di Gereja Katolik Kristus Terang Dunia Waena (KTDW), Kota Jayapura, Senin (25/5/2026). (Foto: Istimewa)

Gereja Misioner dan Pendidikan

Uskup menegaskan visi Keuskupan Jayapura yakni Gereja yang mandiri, partisipatif, dan solider.

Ia juga mengumumkan pendirian Universitas Katolik Fajar Timur Papua Santo Yohanes Paulus II sebagai langkah penguatan sumber daya manusia Papua.

“Kami mohon umat berperan sesuai karunia masing-masing untuk membangun pendidikan dan masa depan Papua,” ujarnya.


Umat mengikuti Misa Perayaan Pentakosta 2026 Paguyuban Jawa Katolik se-Jayapura di Gereja Katolik Kristus Terang Dunia Waena (KTDW), Kota Jayapura, Senin (25/5/2026). (Foto: Istimewa)

Keberagaman Sebagai Kekayaan

Pastor Paroki KTDW, Damianus Uropmabin Pr, menilai keberagaman suku dan budaya merupakan kekuatan yang mempersatukan.

Ia menegaskan bahwa merantau tidak membuat seseorang kehilangan identitas.

“Identitas sebagai orang Jawa yang hidup di Papua adalah kodrati. Roh Kudus mempersatukan semua perbedaan,” katanya.

Misa Perayaan Pentakosta 2026 di Gereja Katolik Kristus Terang Dunia Waena (KTDW), Kota Jayapura, Senin (25/5/2026). (Foto: Istimewa)

Menyalakan Api Kasih

Ketua Panitia Innocentius Sunarto menyebut Pentakosta sebagai momentum menyalakan kembali api kasih kepada Tuhan dan sesama.

“Marilah kita menghasilkan buah Roh: kasih, damai sejahtera, kesabaran, dan kebaikan,” ujarnya.

Ia menambahkan, perayaan ini diikuti sekitar 300 umat dari berbagai paroki di Jayapura dan sekitarnya, termasuk Katedral APO, Argapura, Kotaraja, Abepura, Koya, Waena, dan Sentani.

Panitia berharap Perayaan Pentakosta dapat menjadi agenda tahunan bergilir antarparoki sebagai sarana memperkuat iman, persaudaraan, serta pelestarian budaya Jawa di Tanah Papua.

Usai misa, umat melanjutkan kegiatan dengan ramah tamah dan menikmati kuliner khas Jawa. **

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *