Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAINSIDE.ID, JAYAPURA—Dewan Adat Suku (DAS) Namblong dengan dukungan BUMMA PT Yombe Namblong Nggua (YNN) menggelar Musyawarah Adat (Musdat) Suku Namblong di 20 titik kampung wilayah adat untuk memperkuat struktur adat sekaligus mendorong kemandirian ekonomi masyarakat.
Musdat perdana berlangsung di Kampung Berap, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, pada 2 Mei 2026, dengan melibatkan para pemimpin marga (Iram), masyarakat adat dan Direksi BUMMA YNN.
Pendekatan musyawarah dilakukan melalui sistem “menoken” berbagi isi noken, yang mengedepankan nilai nilai transparansi, fleksibiltas dan kasih kerahiman.

DAS Namblong dengan dukungan BUMMA PT Yombe Namblong Nggua menggelar Musyawarah Adat (Musdat) Tingkat Suku Namblong, untuk penguatan struktur adat di 20 titik wilayah kampung dan marga. (Foto: DAS Namblong)
Fokus Penguatan Adat dan Ekonomi
Ketua DAS Namblong, Bernard Demotekay, mengatakan penguatan struktur adat menjadi dasar utama pengembangan BUMMA di wilayah Namblong.
Menurutnya, BUMMA tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan lembaga adat dan para kepala marga.
“BUMMA tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada kerja sama antara DAS, para Iram, dan masyarakat adat,” ujarnya di Nimbokrang, Kamis (7/5/2026).
Enam Isu Strategis Masyarakat
Dalam Musdat tersebut, DAS Namblong mengangkat enam isu strategis, yakni kondisi ekonomi, pendataan Orang Asli Papua (OAP), penguatan struktur adat, kaderisasi pendidikan, pengembangan dan penguatan BUMMA, serta pelestarian informasi dan program DAS
Dorong Kemandirian Kampung
Selain penguatan adat, Musdat juga diarahkan untuk memperkuat ekonomi berbasis wilayah adat melalui BUMMA YNN.
Sejumlah marga disebut telah menyatakan dukungan, termasuk hibah lahan untuk pengembangan ekonomi kampung seperti pertanian, perikanan, dan ekowisata.

DAS Namblong dengan dukungan BUMMA PT Yombe Namblong Nggua menggelar Musyawarah Adat (Musdat) Tingkat Suku Namblong, untuk penguatan struktur adat di 20 titik wilayah kampung dan marga. (Foto: DAS Namblong)
Sorotan Masalah Sosial dan Budaya
DAS Namblong juga menyoroti meningkatnya persoalan sosial seperti minuman keras (miras), narkoba, dan pergaulan bebas yang dinilai mengancam generasi muda.
Oleh karena itu, Bernard mengusulkan anak-anak Suku Namblong menempuh pendidikan di Sekolah Tinggi Theologi (STT), agar mereka memiliki intelektual, integritas dan budi pekerti untuk hidup di tengah masyarakat.
Selain itu, pelestarian bahasa Namblong turut menjadi perhatian melalui penguatan penggunaan bahasa daerah dan muatan lokal di sekolah.

DAS Namblong dengan dukungan BUMMA PT Yombe Namblong Nggua menggelar Musyawarah Adat (Musdat) Tingkat Suku Namblong, untuk penguatan struktur adat di 20 titik wilayah kampung dan marga. (Foto: DAS Namblong)
Dukungan Masyarakat Menguat
Direktur Operasional BUMMA YNN, Yusuf Kasmando, menyebut kegiatan ini mendapat respon positif masyarakat, termasuk dukungan hibah lahan dari beberapa marga untuk pengembangan usaha berbasis adat. **













