Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAINSIDE.ID, JAYAPURA—Telepon seluler yang selama ini digunakan warga Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Papua, untuk berkomunikasi mulai diarahkan menjadi alat kerja. Melalui pelatihan Skills for Inclusive Digital Participation (SIDP) tingkat menengah, warga belajar menyimpan informasi, membuat konten, hingga memanfaatkan media digital untuk mempromosikan dan menjual produk.
Pelatihan ini merupakan kolaborasi Yayasan Sama Sama Tanah Papua dan British Council berlangsung di halaman Kantor Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA) PT Yombe Namblong Nggua, Kampung Nimbokrangsari, Distrik Nimbokrang, Rabu (2/9/2026). Pesertanya berasal dari pengurus dan anggota BUMMA, PKK, anak muda, hingga penyandang disabilitas.
Bagi peserta, pelatihan tersebut bukan sekadar mengenalkan aplikasi. Mereka belajar memanfaatkan perangkat yang sehari-hari sudah berada di tangan untuk menyimpan dokumen, membuat materi promosi, mencari informasi, hingga membuka peluang pemasaran dan pekerjaan.
Community Learning Trainers (CLT) Sola Felle, mengatakan materi hari pertama mencakup penyimpanan dan akses informasi secara daring serta pembuatan konten.
“Hari ini kami belajar menyimpan informasi secara daring, mengakses informasi, dan membuat konten. Untuk penyimpanan informasi, salah satu aplikasi yang digunakan adalah google drive,” kata Sola.
Menurut dia, sebagian peserta sebenarnya sudah memiliki berbagai aplikasi di telepon seluler, tetapi belum mengetahui fungsi dan cara menggunakannya.
“Mereka ternyata sudah memiliki banyak aplikasi di telepon seluler, tetapi belum digunakan karena belum mengetahui fungsinya,” ujarnya.
Peserta diperkenalkan dengan google drive untuk menyimpan dokumen secara daring. Mereka juga belajar memanfaatkan fitur pemindaian dokumen melalui telepon seluler untuk mendukung kebutuhan administrasi.
Materi hari kedua diarahkan pada pembuatan konten. Adapun hari ketiga membahas pemasaran secara daring serta pencarian peluang kerja melalui LinkedIn.

Anggota BUMMA PT Yombe Namblong Nggua mengikuti pelatihan Skills for Inclusive Digital Participation (SIDP) tingkat menengah di halaman kantor BUMMA, Kampung Nimbokrangsari, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (2/9/2026). (Foto: Papuainside.id/Makawaru da Cunha)
BUMMA Namblong Mulai Melihat Pasar Daring
Bagi BUMMA PT Yombe Namblong Nggua, keterampilan tersebut membuka peluang baru untuk memperkenalkan produk yang dihasilkan unit-unit usaha kepada pasar yang lebih luas.
Direktur Operasional BUMMA PT Yombe Namblong Nggua, Yusuf Kasmando, mengatakan selama ini telepon seluler lebih banyak digunakan untuk komunikasi.
“Selama ini kami menggunakan telepon seluler secara biasa. Setelah mengikuti pelatihan, kami mengetahui ada banyak fitur yang bisa dimanfaatkan, termasuk untuk pemasaran secara daring,” kata Yusuf.
BUMMA PT Yombe Namblong Nggua memiliki lima unit usaha yakni pertanian, kehutanan, peternakan, perikanan dan eko wisata.
Pengelola dari masing-masing unit mengikuti pelatihan agar pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan usaha.
“Pengetahuan yang kami dapat hari ini sangat luar biasa. Ini bisa digunakan untuk mempromosikan dan menjual produk-produk yang ada di BUMMA Namblong,” ujarnya.
Manajer Unit Perikanan BUMMA PT Yombe Namblong Nggua, Simson Sep, mengatakan pemanfaatan teknologi dapat membantu mempromosikan hasil produksi sekaligus mencari pembeli.
“Setelah mengikuti pelatihan ini, kami mengetahui ternyata banyak fitur yang bisa dimanfaatkan untuk kegiatan, promosi, dan menjual hasil bumi,” kata Simson.
Ia mengatakan ikan mujair dari siklus pertama telah dilepas dan pihaknya masih mencari pembeli. Dua orang dari unit perikanan mengikuti pelatihan tersebut.
“Kalau masih ada kesempatan, kami berharap lebih banyak lagi yang bisa ikut agar penggunaan aplikasi dan teknologi ini semakin lancar,” ujarnya.

Anggota PKK Distrik Nimbokrang mengikuti pelatihan Skills for Inclusive Digital Participation (SIDP) tingkat menengah di halaman Kantor BUMMA PT Yombe Namblong Nggua, Kampung Nimbokrangsari, Distrik Nimbokrang, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (2/9/2026). (Foto: Papuainside.id/Makawaru da Cunha)
PKK Nimbokrang Melihat Peluang Promosi
Bagi anggota PKK Distrik Nimbokrang, Lismen Giay, pelatihan membuka pemahaman baru tentang fungsi telepon Android yang selama ini digunakan sehari-hari.
“Selama ini kami menggunakan telepon Android, tetapi banyak fitur yang belum kami ketahui. Setelah mengikuti pelatihan, kami jadi tahu banyak hal yang bisa dilakukan melalui google dan media sosial,” kata Lismen.
Ia melihat Facebook dapat dimanfaatkan untuk mempromosikan produk lokal, termasuk sirup dan berbagai olahan berbahan ubi.
“Dengan belajar ini, kami bisa menggunakan telepon seluler yang selama ini belum dimanfaatkan dengan baik untuk mempromosikan dan menjual produk lokal,” ujarnya.

Dibutuhkan Penggunaan yang Aman
Kepala Bidang E-Government Dinas Informasi dan Komunikasi Kabupaten Jayapura, Lambert Ortumilena, mengatakan kemampuan memanfaatkan teknologi perlu diikuti pemahaman mengenai keamanan di ruang digital.
“Literasi digital sangat penting karena membantu masyarakat mengembangkan usaha dan mengakses informasi yang bermanfaat,” kata Lambert.
Ia mengingatkan masyarakat agar berhati-hati terhadap tautan yang tidak jelas, penipuan daring, tawaran usaha atau pinjaman yang mencurigakan, serta permintaan data pribadi.
Pengguna media digital juga perlu mampu memilah informasi agar tidak mudah terpengaruh hoaks maupun informasi ilegal.
“Gunakan media digital untuk hal-hal yang baik. Jangan sampai disalahgunakan karena yang rugi bukan hanya diri sendiri, tetapi juga keluarga,” ujarnya.
Peserta berharap pelatihan tersebut tidak berhenti pada kegiatan yang berlangsung selama tiga hari.
“Peserta berharap kegiatan ini jangan menjadi yang terakhir, tetapi bisa terus diadakan secara rutin,” kata Sola.

Masuk Tahap Menengah
Founder Yayasan Sama Sama Tanah Papua, Sherlly Maria, menuturkan pelatihan literasi digital bersama BUMMA PT Yombe Namblong Nggua dan PKK Distrik Nimbokrang kini memasuki tingkat menengah, setelah sebelumnya dilaksanakan pelatihan tingkat dasar pada Juli 2026.
Sherlly mengatakan, kegiatan tersebut merupakan pelatihan kedua yang digelar bersama BUMMA PT Yombe Namblong Nggua, dengan tambahan peserta dari PKK Distrik Nimbokrang.
“Ini merupakan kegiatan kedua bersama BUMMA Namblong, dengan tambahan peserta dari PKK Nimbokrang. Sebelumnya kami melaksanakan pelatihan literasi digital tingkat dasar,” kata Sherlly.
Menurut dia, pada pelatihan tingkat dasar peserta mendapatkan materi mengenai penggunaan perangkat digital, pengamanan akun, dan keamanan data.
Materi tersebut kemudian dikembangkan pada pelatihan tingkat menengah yang berlangsung hingga Jumat (4/9/2026).
Sherlly berharap pengetahuan dan keterampilan yang diperoleh peserta dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari serta dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan ekonomi masyarakat di kampung. **













