Oleh: Faisal Narwawan|
PAPUAinside.com,JAYAPURA – Bupati Kabupaten Puncak Willem Wandik mengaku sangat sedih dengan gejolak akhir-akhir ini di Kabupaten Puncak, dan untuk mengakhiri situasi tidak aman tersebut, Bupati Willem Wandik dalam waktu dekat akan membahasnya dengan semua pihak.
‘’Kami akan tetap melakukan komunikasi mendalam, sehingga akan ada pertemuan semua elemen di Puncak untuk bagaimana bangun komunikasi lagi supaya Puncak kembali aman seperti semula, di mana semua orang aman beraktivitas,’’ jelasnya.
Sejak Januari 2021 beberapa gangguan keamanan terjadi di Puncak diawali pembakaran 2 BTS milik Telkom pada 7 Januari 2021 dan kejadian terbaru tewasnya salah satu anggota KKB saat terjadi baku tembaka dengan Paskhas TNI AU di Bandara Aminggaru 19 Februari 2021.
Sebelumnya Selasa 9 Februari 2021 seorang ojek Rusman di bunuh oleh sekelompok OTK di Jalan Pinggir Kampung Jenggerpaga arah ke Kampung Tuanggi Distrik Ilaga.
Kamis 11 Februari 2021 Camp PT Unggul di bakar OTK, selanjutnya Sabtu (13/02/2021) baku tembak antara aparat dan KKSB usai peninjauan ke Camp PT Unggul, dalam peristiwa itu tidak ada korban luka-luka dan MD baik dari pihak KKSB maupun aparat.
Meski begitu, kata Bupati Willem Wandik saat ini situasi di Puncak sudah terkendali, aman dan kondusif.
“Di Kabupaten Puncak, kita selalu berikan imbauan kepada masyarakat. Selama ini juga terjadi kerjasama yang baik dengan para tokoh gereja ataupun masyarakat,” ucap Willem Wandik, Minggu (21/02/2021) malam.
Ia mengakui juga, TNI-Polri di Kabupaten Puncak melaksanakan tugas negara dengan baik.
“TNI Polri sampai hari ini di Kabupaten puncak tidak pernah membuat gejolak dan mereka selalu menjaga masyarakat, sebagai pengamanan masyarakat,” akunya.
Bahkan, upaya komunikasi yang dibangun dengan KKB juga berjalan dengan baik, karena itu, ia mengaku tak mengerti dengan motif yang dilakukan KKB.
“Sampai hari ini saya tidak mengerti maksud dari KKB, motifnya apa, jadi melihat hal ini kami akan lakukan pertemuan dengan para tokoh, termasuk TNI-Polri, kami juga lakukan komunikasi yang dalam,” ucapnya lagi.
Selain itu, ia pun meminta agar maskapai tetap melayani penebangan dari dan ke Kabupaten Puncak.
Transportasi udara kata dia sangat dibutuhkan di Kabupaten Puncak, dan berharap maskapai tetap melayani penerbangan ke Puncak, karena satu-satunya transportasi masuk dan keluar Puncak hanya melalui udara.
‘’Kami berharap maskapai tidka terpengarug isu-isu, silahkan terbang ke Puncak karena jika penerbangan berhenti bagaimana dengan pemenuhan kebutuhan pokok masyarakat di sana, belum lagi jika ada insiden mendadak yang membutuhkan pesawat untuk segera harus turun ke Mimika,’’ jelasnya.
Bupati Willem Wandik berharap pesawat kembali melayani penerbangan ke wilayah Kabupaten Puncak mulai Senin (22/02/2021) hari ini. **













