Bupati: Semua Elemen Masyarakat Sepakat Tolak Aksi Kekerasan di Puncak

Bupati Puncak Willem Wandik SE, MSi bersama Kapolres Puncak Kompol Nyuman Punia, Dandim Puncak Jaya Letkol Inf Rofi Irwansyah, melakukan patroli sambil berjalan kaki di Kota ILaga untuk memberikan rasa nyaman bagi warga. (foto: Diskominfo Puncak)

PAPUAInside.com, ILAGA—Semua elemen masyarakat di Puncak sepakat menolak aksi-aksi kekerasan yang terkadi di wilayah Kabupaten Puncak kurun waktu seminggu terkahir ini karena melanggar nilai-nilai kemanusiaan, apalagi yang menjadi korban adalah guru, anak sekolah dan tukang ojek.

Kesepakatan tersebut terungkap dalam pertemuan Bupati Puncak Willem Wandik, SE MSi dengan  berbagai elemen masyarakat tokoh-tokoh agama, perempuan, pemuda, adat , ASN dan stake holder lainnya di Aula Negelar, Ilaga Selasa (20/04/2021).

Pertemuan tersebut dihadiri Kapolres Puncak Kompol I nyoman Punia, S,Sos, Dandim Puncak Jaya Letkol Inf Rofi irwansyah, Wakil Bupati Pelinus Balinal serta Ketua DPRD Puncak Lukius Newegalen, S,IP.

“Kita duduk bersama saling diskusi menyamakan persepsi bahwa persoalan yang terjadi akhir-akhir ini adalah peristiwa yang tidak manusiawi karena dimulai dengan pembunuhan guru, pelajar, sekolah dibakar. Dalam konteks UU HAM Jenewa kejadian ini bisa disebut pelanggaran HAM dan dari diskusi ini, semua sepakat untuk menolak kekerasan,” ungkapnya.

Menurut Bupati Wandik pertemuan ini digelar guna menerima masukan atau saran terkait dengan kondisi terakhir di Kabupaten Puncak dimana guru, anak sekolah tukang ojek ditembak mati dan gedung sekolah dibakar.

Tujuan kedua pertemuan ini lanjut Bupati, guna memberikan informasi kepada masyarakat, bahwa pergeseran pasukan TNI-POLRI di Ilaga dan Beoga bukan untuk membuat masyarakat takut namun lebih pada pemberian rasa aman agar warga bebas beraktivitas.

“Isu-isu yang beredar bahwa orang-orang ada yang masuk sebagai mata-mata untuk TNI-POLRI lalu mereka dibunuh ini cara-cara yang tidak manusiawi, maka ke depan jangan gunakan cara kekerasan, saya kutuk itu, kalau ada yang dicurigai lapor ke saya biar saya yang urus jangan dengan cara-cara kekerasan,” tegasnya.

Bupati juga mengimbau kepada masyarakat untuk bersama-sama menjaga kondisi keamanan di Kabupaten Puncak, sebab keamanan bukan saja tangungjawab Pemda, TNI/Polri saja, tetapi menjadi tanggungjawab semua pihak.

Untuk situasi terkini di Distrik Beoga, Bupati mengatakan sudah berangsur aman, meski warga masih trauma terutama para guru dan tenaga Kesehatan sehingga untuk sementara kegiatan pemerintahan, proses belajar-mengajar dan pelayanan kesehatan belum berlangsung normal.

“Memang TNI-POLRI sudah amankan kondisi di Beoga, pesawat sudah bisa masuk ke san hanya aktivitas pemerintahan, belajar-mengajar, kesehatan belum normal, kita harus akui itu, karena pegawai masih trauma, butuh waktu, mereka ini perlu mendapatkan trauma healing, kita harus pastikan dan mampu menyakinkan bahwa kondisi benar-benar aman bagi mereka baru bisa balik,’’ ungkapnya.

Sementara itu, Kapolres Puncak Kompol I nyoman Punia,S,Sos mengatakan TNI-POLRI melakukan patroli bersama khususnya di wilayah ibu Kota Ilaga. Juga diintensitaskan patroli senjata tajam di ibukota ilaga seperti di Bandara Aminggaru guna memastikan aktivitas penerbangan, bongkar muat barang berjalan lancer. Razia juga dilakukan di pasar Ilaga dan ke Kampung Arumaga tempat penembakan tukang ojek.

“Patroli rutin kami lakukan, siang malam bahkan menjelang pagi, guna memastikan kondisi di Kabupaten Puncak ini aman, terutama di wilayah ibu Kota, di wilayah pemerintahan, kami gelar patroli bersama dengan TNI, juga sebagai wujud kekompakan kita menjaga kondisi di Kabupaten Puncaka gar tetap aman,”ungkapnya.

Sementara itu, Dandim Puncak Jaya Letkol Inf Rofi irwansyah sendiri mengatakan adanya pergeseran pasukan strategi, ini dilakukan guna menjaga system keamanan wilayah terutama di Ilaga dan Beoga ini semata-semata guna menjaga keamanan di Kabupaten Puncak.** (Diskominfo Puncak)