Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAInside, com, JAYAPURA—Siapakah pelaku aksi penembakan yang menyebabkan meninggalnya Wakil Ketua Sinode Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Klasis Hitadipa, Intan Jaya, Pendeta Yerimia Zanambani, mendorong Pemerintah Daerah (Pemda) Intan Jaya memberikan kesempatan bagi keluarga korban Pendeta Yeremia Zanambani, untuk menyampaikan kesaksian.
Kesaksian keluarga korban akan berlangsung di Sugapa, ibukota Kabupaten Intan Jaya, Kamis (24/09/2020).
Demikian terungkap dalam pertemuan antara Pemda Intan Jaya dan TNI/Polri, untuk membahas beberapa agenda, sekaligus menentukan langkah-langkah mensikapi keamanan di Intan Jaya.
Pertemuan tersebut dihadiri Bupati Intan Jaya Natalis Tabuni, Wakapolda Papua Brigjen Pol Matius D Fakhiri, Irwasda Polda Papua Kombes Pol Alfred Papare, SIK, Wabup Intan Jaya Yan Kobogoyau, Danrem 173 PVB Brigjen Iwan Setiawan, Dandim 1705/Paniai Letkol Inf Benny Wahyudi dan anggota DPRD Intan Jaya di kediaman Bupati Intan Jaya, Rabu (23/09/2020).
Bupati Natalis mengatakan, pihaknya bersama TNI/Polri telah menyepakati beberapa agenda, yang akan dilakukan selama sepekan kedepan, termasuk komunikasi dengan pihak keluarga korban Pendeta Yerimia Zanambani.
Keluarga korban Pendeta Yeremia sedang dalam perjalanan dari Distrik Hitadipa, direncanakan mereka tiba di Sugapa pada Kamis (24/09/2020), karena jarak tempuh kurang lebih 10 Km lebih.
“Meski keluarga korban menyampaikan rasa trauma, takut dan sebagainya, tapi kami menjamin keamanan mereka, karena keadaan berangsur pulih. Jadi keluarga korban boleh datang kesini,” katanya.
Ia mengharapkan, kehadiran keluarga korban bisa menyampaikan kesaksian langsung kepada pemda Intan Jaya dan TNI/Polri tentang kejadian yang sebenarnya, karena keluarga korban adalah saksi mata.
“Mereka akan bicara apa adanya dan fair. Apa yang selama ini simpang-siur siapa pelakunya akan didengar langsung. Masyarakat tak mungkin karang cerita, karena mereka yang alami, lihat dan makamkan Almarhum,” tuturnya.
Ia juga mengharapkan nanti dalam pertemuan ini dapat memberikan gambaran dan informasi yang lebih akurat terkait peristiwa tersebut.
Dikatakan pihaknya telah menyampaikan undangan Kamis (24/09/2020) pukul 09.00 WIT akan dilakukan pertemuan umum, yang melibatkan semua pemangku kepentingan atau stake holder yang ada di Intan Jaya. Masing-masing tokoh gereja baik Katolik maupun KINGMI, tokoh masyarakat, para kepala suku, para kepala kampung, anggota DPRD, tokoh pemuda, tokoh intelektual dan lain-lain.
Dikatakan pihaknya akan mendengar langsung keadaan Intan Jaya yang dialami di kampung- kampung disana kepada pimpinan TNI/Polri dan pimpinan daerah yang ada.
“Jadi langsung tatap muka atau face to face. Jadi tak lewat katanya, tapi dengar langsung apa yang mereka alami. Lalu nanti dari situ akan ada arahan-arahan dari pihak TNI/Polri dan juga arahan dari pemda Intan Jaya bagaimana menjaga keamanan di masyarakat,” tukasnya.
Dijelaskan langkah –langkah ini akan bermanfaat, karena memberikan sosialisasi dan arahan umum dari pihak keamanan dari TNI/Polri kepada masyarakat.
Sementara pemda sesuai dengan Tupoksi adalah bagaimana upaya agar keamanan khususnya di Intan Jaya normal kembali.
Ia juga menghibau warga yang berada di distrik di Hitadipa dan juga di kampung-kampung diharapkan hadir dalam pertemuan bersama pemda dan pimpinan TNI/Polri.
“Warga silakan datang dan tak usah takut untuk menyampaikan apapun kejadian-kejadian apa adanya. Kami pemerintah sipil tak memiliki kewenangan, untuk mengatakan siapa -siapa pelakunya. Tapi mari kita dengar dari saksi mata, untuk mendapat data yang valid,” ungkapnya.
Diketahui, Pendeta Yeremia Zanambani ditemukan meninggal dunia di kampung Bomba, distrik Hitadipta, kabupaten Intan Jaya, Sabtu (19/9/2020) sekitar pukul 18.00 WIT.
Almarhum semasa hidup merupakan seorang Hamba Tuhan yang dikenal berdedikasi tinggi dalam pelayanan di Intan Jaya. Ia merupakan mantan Wakil Ketua Sinode Gereja Kemah Injil Indonesia (GKII) Klasis Hitadipa, Intan Jaya.
Almarhum aktif sebagai Ketua Sekolah Tinggi Alkitab Theologia di Hitadipa sekaligus menduduki jabatan struktur Penasehat GKII Wilayah 3 Papua. Dia juga penterjemah Alkitab dari Bahasa Indonesia ke Bahasa Moni.
Almarhum Pendeta Zanambani meninggalkan seorang istri serta enam orang anak, tiga perempuan dan tiga anak laki-laki. **













