Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAINSIDE.ID, SENTANI—Sebuah hotel tak hanya hidup dari bangunan, kamar, atau fasilitas yang tersedia.
Di balik pintu lobi yang terbuka setiap hari, meja restoran yang tertata rapi, dan senyum yang menyambut setiap tamu, ada manusia-manusia yang bekerja memastikan sebuah pengalaman tercipta.
Di Grand Cartenz Hotel Sentani, cerita itu salah satunya hadir melalui dua karyawati Orang Asli Papua (OAP), Arlika Sibellawati Vicka Kogoya dan Fera Anggel Pangkatana.
Keduanya bukan sekadar pekerja hotel.
Mereka adalah bagian dari generasi muda Papua yang sedang memasuki dunia hospitality—sebuah industri yang membutuhkan keramahan, ketelitian, komunikasi, dan kemampuan memahami orang lain.
Bagi Bella dan Fera, bekerja di hotel bukan hanya tentang pekerjaan.
Ini adalah ruang belajar.
Tempat mereka mengembangkan kemampuan.
Sekaligus kesempatan untuk membuktikan bahwa anak-anak muda Papua mampu mengambil bagian dalam industri pelayanan modern.
Bella dan Langkah Pertama di Dunia Hotel
Arlika Sibellawati Vicka Kogoya atau yang akrab disapa Bella tak pernah membayangkan perjalanan kerjanya akan membawanya ke dunia perhotelan.
Sebelumnya, Bella memiliki pengalaman bekerja di sebuah restoran Chinese di Kuala Kencana, Timika.
Dunia restoran menjadi tempat awal baginya mengenal arti pelayanan kepada pelanggan.
Namun ketika bergabung dengan Grand Cartenz Hotel Sentani, ia menemukan tantangan baru.
Bekerja di hotel tak hanya soal menyajikan makanan dan minuman.
Ada standar pelayanan yang harus dipahami.
Ada cara berkomunikasi yang harus diperhatikan.
Ada sikap profesional yang harus terus dibangun.
“Ini pengalaman pertama saya bekerja di hotel. Pengalaman sebelumnya di restoran menjadi bekal untuk melayani tamu,” ujar Bella.
Sebagai seorang waitress, Bella belajar bahwa pelayanan bukan hanya tentang apa yang diberikan kepada tamu, tetapi juga bagaimana cara memberikan pelayanan tersebut.
Senyum.
Sikap ramah.
Kesabaran.
Dan kemampuan mendengarkan kebutuhan tamu menjadi bagian penting dalam pekerjaannya sehari-hari.
Baginya, setiap interaksi dengan tamu adalah kesempatan untuk belajar.
Fera dan Tantangan Memahami Karakter Tamu
Berbeda dengan Bella, Fera Anggel Pangkatana sudah bergabung dengan Grand Cartenz Hotel Sentani sejak masa persiapan sebelum hotel beroperasi.
Pengalaman tersebut membuatnya melihat bagaimana sebuah hotel dibangun sejak awal.
Mulai dari persiapan fasilitas, pembentukan tim kerja, hingga memahami standar pelayanan yang harus diterapkan.
Menurut Fera, salah satu tantangan terbesar dalam dunia hotel adalah menghadapi berbagai karakter tamu.
Setiap orang datang dengan kebutuhan dan harapan yang berbeda.
“Setiap tamu berbeda. Kami harus siap menerima keluhan dan memberikan pelayanan terbaik,” ujar Fera.
Bagi Fera, keluhan tamu bukan sesuatu yang harus dihindari.
Sebaliknya, hal tersebut menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki kualitas pelayanan.
Ia memahami bahwa seorang pekerja hotel harus memiliki kemampuan beradaptasi.
Sebab dalam industri pelayanan, setiap hari selalu menghadirkan situasi yang berbeda.
Belajar Menjadi Tenaga Profesional Papua
Kehadiran Bella dan Fera menjadi bagian dari upaya Grand Cartenz Hotel Sentani dalam mengembangkan sumber daya manusia lokal.
Sejak awal beroperasi, manajemen memberikan perhatian terhadap peningkatan kemampuan karyawan melalui pelatihan dan pembekalan kerja.
Sebelum hotel mulai menerima tamu, para karyawan mengikuti pelatihan selama tiga bulan.
Mereka mempelajari berbagai hal, mulai dari standar operasional prosedur (SOP), tugas setiap departemen, komunikasi pelayanan, hingga cara bekerja dalam sebuah tim.
Bagi Bella dan Fera, pelatihan tersebut menjadi fondasi penting.
Mereka tidak hanya belajar pekerjaan teknis.
Tetapi juga belajar tentang disiplin, tanggung jawab, kerja sama, dan bagaimana menjaga citra pelayanan sebuah hotel.
Sebab dalam industri hospitality, setiap orang yang bekerja memiliki peran dalam membentuk pengalaman tamu.
Kesempatan yang Membuka Jalan
Bagi sebagian anak muda, dunia perhotelan mungkin terlihat sebagai pekerjaan yang sederhana.
Namun bagi Bella dan Fera, industri ini memberikan banyak pelajaran.
Mereka belajar bahwa pelayanan membutuhkan ketekunan.
Bahwa keramahan membutuhkan ketulusan.
Dan bahwa profesionalisme dibangun melalui proses panjang.
Keduanya menyadari perjalanan mereka masih jauh.
Masih banyak hal yang harus dipelajari.
Masih banyak pengalaman yang harus dikumpulkan.
Namun kesempatan yang mereka dapatkan hari ini menjadi langkah penting untuk masa depan.
Bekerja di hotel bukan hanya tentang mendapatkan penghasilan.
Lebih dari itu, menjadi ruang untuk membangun kepercayaan diri dan memperluas kemampuan.
Wajah Baru Hospitality Papua
Kisah Bella dan Fera mungkin terlihat sederhana.
Dua perempuan muda yang setiap hari mengenakan seragam kerja, menyambut tamu, dan menjalankan tugas masing-masing.
Namun di balik rutinitas itu terdapat cerita yang lebih besar.
Cerita tentang kesempatan.
Tentang keberanian mencoba dunia baru.
Tentang generasi muda Papua yang ingin berkembang dan bersaing.
Grand Cartenz Hotel Sentani menjadi salah satu ruang tempat proses itu berlangsung.
Sebuah ruang yang mempertemukan kebutuhan industri dengan semangat anak-anak muda yang ingin belajar.
Karena pada akhirnya, kualitas sebuah pelayanan tidak hanya dibangun oleh gedung yang bagus atau fasilitas yang lengkap.
Ia dibangun oleh manusia.
Oleh orang-orang yang bekerja dengan hati.
Dan oleh mereka yang percaya bahwa setiap kesempatan kecil dapat menjadi awal dari perjalanan besar.
Bagi Bella dan Fera, perjalanan itu baru dimulai.
Tetapi langkah pertama mereka sudah membawa satu pesan:
anak Papua juga mampu menjadi wajah keramahan dalam industri hospitality. **













