Di Antara Cycloop dan Danau Sentani, Grand Cartenz Hotel Membangun Ruang untuk Singgah

Manager Operasional Grand Cartenz Hotel Sentani, Dedi Gobel (kiri), bersama staf Ayu Agnes Christiani Kirojan di area Front Office, salah satu ruang pelayanan utama yang menjadi bagian dari pengalaman tamu selama menginap di hotel tersebut. (Foto: Papuainside.id/Makawaru da Cunha)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAINSIDE.ID, SENTANI—Embun pagi masih menggantung di pepohonan ketika halaman Grand Cartenz Hotel Sentani mulai ramai oleh aktivitas. Angin yang turun dari lereng Pegunungan Cycloop membawa udara sejuk, sementara cahaya matahari perlahan menyinari bentang Danau Sentani di kejauhan. Di sudut sana, suasana itu menjadi bagian dari keseharian yang menyambut setiap tamu yang datang.

Tak ada kemewahan yang dipamerkan secara berlebihan. Yang lebih dulu terasa justru ketenangan. Pepohonan yang mengelilingi bangunan membuat hotel ini seolah menyatu dengan alam, menghadirkan ruang singgah yang berbeda dari hiruk-pikuk kawasan perkotaan.

Di tengah berkembangnya Sentani sebagai gerbang utama transportasi udara di Papua, Grand Cartenz Hotel Sentani memilih menghadirkan konsep garden hotel. Sejak mulai beroperasi pada 10 April 2025, hotel yang berlokasi di Jalan Sosial Nomor 388, Kelurahan Hinekombe, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, ini membangun identitas sebagai tempat menginap yang mengedepankan kenyamanan, ketenangan, dan pelayanan.

Menyambut Tamu dengan Suasana Alam

Bagi sebagian tamu, hotel hanyalah tempat melepas lelah setelah perjalanan panjang. Namun di Grand Cartenz Hotel Sentani, pengalaman itu dimulai sejak langkah pertama memasuki halaman hotel.

Pepohonan rindang, udara yang relatif sejuk, dan lingkungan yang jauh dari kepadatan lalu lintas memberi kesan berbeda bagi tamu yang datang untuk urusan bisnis, pemerintahan, maupun wisata.

Manager Operasional Grand Cartenz Hotel Sentani, Dedi Gobel, mengatakan suasana alami menjadi salah satu kekuatan yang ingin dipertahankan sejak hotel mulai beroperasi.

“Di sekitar hotel terdapat pepohonan hijau yang memberikan udara segar. Suasananya lebih tenang karena tak berada di tengah keramaian,” ujar Dedi kepada Papuainside.id pada Jumat (31/7/2026).

Menurut Dedi, tak sedikit tamu yang menyampaikan kesan positif terhadap lingkungan hotel. Beberapa bahkan mengaku udara malam di kawasan tersebut terasa cukup dingin sehingga penggunaan pendingin ruangan tak selalu diperlukan.

Bagi manajemen, kesan seperti itu menjadi bagian dari pengalaman menginap yang tak dapat dihadirkan hanya melalui desain bangunan atau kelengkapan fasilitas.

Strategis di Gerbang Papua

Meski mengedepankan suasana tenang, Grand Cartenz Hotel Sentani tetap berada pada lokasi yang mudah dijangkau.

Hotel ini berdekatan dengan Bandara Sentani, kawasan perkantoran, pusat perbelanjaan, pasar, sekolah, rumah ibadah, dan permukiman warga. Posisi tersebut membuat hotel menjadi pilihan bagi tamu yang datang untuk berbagai kepentingan tanpa harus menempuh perjalanan jauh.

Kemudahan akses itu dipadukan dengan fasilitas yang terus berkembang. Hotel memiliki enam lantai dengan 45 kamar yang terbagi dalam tiga tipe, yakni Cartenz Suite, Executive Suite, serta Deluxe yang terdiri atas Deluxe Double dan Deluxe Twin.

Cartenz Suite menjadi tipe kamar paling lengkap dengan ruang tamu pribadi, dua kamar mandi, dan bathtub. Sementara Executive Suite mengusung konsep connecting room, sehingga dua kamar dapat terhubung dari dalam dan lebih sesuai bagi keluarga atau tamu yang datang dalam kelompok kecil.

Sebagian besar kamar lainnya merupakan tipe Deluxe yang dirancang untuk memenuhi kebutuhan pelaku perjalanan bisnis maupun wisatawan.

Ruang Bertemu dan Menikmati Panorama

Selain menyediakan akomodasi, Grand Cartenz Hotel Sentani juga mengembangkan fasilitas pendukung untuk berbagai kegiatan.

Di lantai dua terdapat Obhe Meeting Room yang mampu menampung sekitar 70 peserta dalam format kelas, sekitar 40 peserta dengan tata letak U-shape, dan hingga 150 peserta dengan konsep teater.

Sementara di lantai paling atas tersedia ruang pertemuan berkapasitas sekitar 30 hingga 40 orang yang sering dimanfaatkan untuk rapat internal maupun diskusi dalam suasana yang lebih santai.

Dari area tersebut, tamu dapat menikmati bentang Danau Sentani dengan latar Pegunungan Cycloop yang menjadi salah satu lanskap paling khas di Kabupaten Jayapura. Perpaduan panorama alam dan suasana yang tenang menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi tamu yang ingin beristirahat setelah menjalani aktivitas.

Bertumbuh Bersama Papua

Perjalanan Grand Cartenz Hotel Sentani masih terbilang muda. Namun manajemen telah menyiapkan sejumlah pengembangan fasilitas, mulai dari pembangunan kolam renang, sauna, pusat kebugaran, hingga ballroom berkapasitas sekitar 300–350 orang.

Bagi Dedi Gobel, pengembangan fisik hanya menjadi satu bagian dari perjalanan hotel. Yang lebih penting adalah memastikan kualitas pelayanan tumbuh seiring bertambahnya fasilitas.

“Yang paling penting adalah bagaimana kami membuat tamu merasa nyaman, aman, dan ingin kembali lagi,” katanya.

Kalimat itu menjadi gambaran mengenai arah yang ingin dibangun Grand Cartenz Hotel Sentani. Bahwa hotel tak hanya dikenang karena jumlah kamar atau kemegahan bangunannya, melainkan karena pengalaman yang dibawa pulang setiap tamu setelah meninggalkan tempat tersebut.

Di tengah perubahan yang terus berlangsung di Sentani, Grand Cartenz Hotel Sentani perlahan menempatkan dirinya sebagai bagian dari ekosistem pariwisata dan pelayanan di Papua. Bukan sekadar menyediakan tempat menginap, tapi menghadirkan ruang yang memadukan alam, kenyamanan, dan keramahan dalam satu pengalaman perjalanan. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *