PLN Tambah Daya 2,18 MVA untuk Terminal Petikemas Sorong

Petugas PT PLN (Persero) memastikan kesiapan pasokan listrik di Terminal Petikemas Sorong setelah penambahan daya menjadi 2,18 MVA untuk mendukung operasional dua unit container crane di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (21/5/2026). (Foto: PLN UIW Papua dan Papua Barat)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAINSIDE.ID, SORONG—PT PLN (Persero) Unit Pelaksana Pelayanan Pelanggan (UP3) Sorong menambah kapasitas daya listrik menjadi 2,18 MVA untuk mendukung operasional Terminal Petikemas Sorong di Kota Sorong, Papua Barat Daya, Kamis (21/5/2026).

Penambahan daya tersebut dilakukan untuk mendukung pengoperasian dua unit container crane milik Pelindo yang sebelumnya masih menggunakan genset mandiri. Sebelum penambahan, terminal petikemas itu tercatat menggunakan daya listrik sebesar 345 kVA.

Ketersediaan pasokan listrik berkapasitas besar itu diharapkan dapat memperkuat layanan bongkar muat dan memperlancar arus distribusi logistik di Papua Barat Daya. Terminal Petikemas Sorong menjadi salah satu simpul distribusi barang utama yang melayani kebutuhan logistik di kawasan timur Indonesia.

Crane Beralih ke Listrik

Terminal Head Petikemas Sorong, Welta Selfie, mengatakan penggunaan pasokan listrik PLN akan meningkatkan efisiensi dan keandalan layanan di kawasan pelabuhan.

“Dengan suplai daya yang kini mencapai 2,18 MVA, aktivitas bongkar muat melalui dua unit crane dapat berjalan lebih optimal karena kini telah terelektrifikasi penuh. Langkah ini juga membantu menekan penggunaan genset mandiri sehingga layanan logistik menjadi lebih efisien dan ramah lingkungan,” ujar Welta dalam siaran pers, Sabtu (23/5/2026).

Menurut dia, penggunaan listrik PLN juga menjadi bagian dari upaya modernisasi sistem pelayanan pelabuhan di Sorong yang terus berkembang sebagai pintu distribusi barang di Papua Barat Daya.

Dukung Arus Logistik

General Manager PLN Unit Induk Wilayah (UIW) Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, mengatakan penyediaan pasokan listrik tersebut merupakan bagian dari dukungan PLN terhadap pengembangan infrastruktur strategis nasional di kawasan timur Indonesia.

“Listrik yang andal dan berkelanjutan kini siap mendukung aktivitas Terminal Petikemas Sorong menuju layanan pelabuhan yang lebih efisien dan modern,” kata Roberth.

Ia menambahkan, kehadiran pasokan listrik berkapasitas besar juga mendukung pengembangan konsep pelabuhan ramah lingkungan atau green port melalui pengurangan penggunaan bahan bakar dari genset.

PLN, kata dia, akan terus menjaga keandalan pasokan listrik guna memastikan aktivitas distribusi barang dan pelayanan logistik masyarakat di Papua Barat Daya dapat berjalan lancar.

Kurangi Penggunaan Genset

Peralihan operasional crane dari genset ke listrik PLN dinilai dapat meningkatkan efisiensi energi sekaligus mengurangi emisi dari penggunaan bahan bakar fosil di kawasan pelabuhan.

Dengan infrastruktur kelistrikan yang telah tersedia, aktivitas bongkar muat di Terminal Petikemas Sorong diharapkan semakin stabil dan mampu menunjang pertumbuhan ekonomi serta distribusi logistik di Papua Barat Daya dan wilayah sekitarnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *