Oleh: RF I
PAPUAINSIDE.ID, WAMENA—Jurnalis Peduli menyalurkan bantuan sembako dan kebutuhan dasar bagi ratusan pengungsi pasca konflik Wamena ke sejumlah titik pengungsian dimulai pada Selasa (19/5/2026).
Bantuan disalurkan ke lokasi pengungsian yang tersebar di pinggiran Kota Wamena, termasuk dusun, gereja, dan rumah warga, menyasar kelompok rentan seperti perempuan dan anak-anak yang belum banyak menerima bantuan sejak konflik pecah pada 15 Mei 2026.
Salah satu titik utama penyaluran berada di Dusun Sabulama, Kampung Wesagena, Distrik Wesaput, Kabupaten Jayawijaya, tempat sekitar 30 kepala keluarga warga Woma mengungsi karena situasi keamanan yang tidak kondusif di wilayah asal mereka.

Jurnalis Peduli menyalurkan bantuan kepada warga pengungsi di Gereja GKI Sion Pugima, Selasa (19/5/2026). (Foto: Jurnalis Peduli)
Ketua RT Dusun Sabulama, Delfina Lagowan, menyebut sebagian besar pengungsi adalah perempuan dan anak-anak yang membutuhkan bantuan mendesak.
“Sejak konflik terjadi, bantuan masih sangat terbatas. Kami sangat bersyukur ada yang datang langsung ke sini,” kata Delfina.
Ia mengapresiasi Jurnalis Peduli yang menjangkau lokasi pengungsian di wilayah yang belum tersentuh bantuan.

Jurnalis Peduli menyalurkan bantuan kepada warga pengungsi di wilayah Takama, Selasa (19/5/2026). (Foto: Relawan Jurnalis Peduli)
Anggota Jurnalis Peduli, Vina Rumbewas, mengatakan distribusi bantuan dilakukan secara bertahap dari hasil donasi publik.
“Bantuan ini mungkin tak besar, tapi kami berharap bisa meringankan beban warga di pengungsian,” ujarnya.
Bantuan yang disalurkan meliputi bahan pangan seperti beras, telur, mi instan, makanan kaleng, perlengkapan mandi, kebutuhan bayi dan perempuan, serta pakaian layak pakai.
Selain Dusun Sabulama, bantuan juga disalurkan ke Gereja GKI Sion Pugima dan titik pengungsian di wilayah Takama. **













