BUMMA PT Yombe Namblong Nggua Kembangkan Ternak Babi di Nimboran

Pengelola Hena Uwakhe Imea Community Learning Centre (CLC), Agustha Kopeuw, didampingi Direktur Yayasan Menoken Membumi Membumma (Y3M), Piter Roki Aloisius, menyampaikan salam menoken ketika menanam anakan pohon di kawasan Bukit Hena, Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua, Kamis (7/5/2026). (Foto: Papuainside.id/Makawaru da Cunha)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAINSIDE.ID, JAYAPURA—Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA) PT Yombe Namblong Nggua memiliki 5 unit usaha yakni; unit usaha pertanian, pertanian, perikanan, perternakan, kehutanan dan ekowisata.

Unit usaha pertenakan memulai usahanya dengan peternakan sapi dan peternakan babi. Lokasi  usaha ternak babi di Kampung Itjim, Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura, Papua, sebagai upaya memperkuat ekonomi masyarakat adat.


Staf Unit Peternakan BUMMA PT Yombe Namblong Nggua, Fernando Sanggrangbano, menyuntik babi untuk menjaga kesehatan ternak di Kampung Itjim, Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (6/5/2026). (Foto: Papuainside.id/Makawaru da Cunha)

Direktur Operasional Mitra BUMMA, Piter Roki Aloisius, mengatakan usaha tersebut menjadi model peternakan baru bagi masyarakat Namblong yang sebelumnya lebih terbiasa memelihara sapi, kemajuan tersebut dapat kita lihat, pengelola ternak sudah dapat mengelola pakan dan melakukan permeliharaan dengan baik, dan melakukan penyuntikan babi sendiri.

“Awalnya kami mengembangkan ternak sapi, tetapi hasilnya kurang maksimal. Karena itu sekarang fokus pada ternak babi yang memiliki nilai ekonomis lebih baik,” kata Roki, Rabu (6/5/2026).

Saat ini, BUMMA memelihara 12 ekor babi, terdiri dari empat induk betina dan sisanya untuk produksi daging. Pada tahun kedua, Empat indukan tersebut diproyeksikan mampu menghasilkan sekitar 40 anak babi jika perekor indukan menghasilkan 10 ekor anakan.

“Hasilnya nanti akan dikelola BUMMA Namblong dan dikembangkan melalui sistem bagi hasil kepada masyarakat,” ujarnya.


Staf Unit Peternakan BUMMA PT Yombe Namblong Nggua, Fernando Sanggrangbano, menyuntik babi untuk menjaga kesehatan ternak di Kampung Itjim, Distrik Nimboran, Kabupaten Jayapura, Papua, Rabu (6/5/2026). (Foto: Papuainside.id/Makawaru da Cunha)

Sementara itu, Staf Unit Peternakan BUMMA PT Yombe Namblong Nggua, Fernando Sanggrangbano, mengatakan peternakan itu mulai berjalan sejak Pebruari 2026, yang diawali dengan memelihara 4 ekor anakan babi betina, yang akan menjadi indukan, dan 8 ekor anakan babi untuk penggemukan.  Sehingga pada tahun ini BUMMA akan mendapatkan penghasilan dari penjualan 8 ekor babi.

Menurut Fernando, kebutuhan pakan mencapai sekitar 200 kilogram per bulan yang terdiri dari konsentrat, dedak, dan jagung.

Selain itu, kesehatan ternak dijaga melalui pemberian vitamin dan suntikan kekebalan tubuh setiap tiga bulan.

“Semua berjalan lancar sampai sekarang,” katanya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *