PLN dan DPR RI Percepat “Papua Terang” di Papua Barat

Anggota Komisi XII DPR RI, Alfons Manibui, memberikan arahan sekaligus apresiasi terhadap kinerja PT PLN (Persero) dalam pertemuan strategis di Manokwari. Ia menegaskan akses listrik merupakan kebutuhan dasar sekaligus wujud kehadiran negara hingga ke pelosok Papua Barat. (Foto: PT PLN Unit Induk Wilayah Papua dan Papua Barat)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAINSIDE.ID, MANOKWARI—PT PLN (Persero) memperkuat sinergi dengan Komisi XII DPR RI dan Pemerintah Provinsi Papua Barat untuk mempercepat pemerataan akses listrik di Manokwari dan Teluk Bintuni.

Hal ini dibahas dalam pertemuan bersama Anggota Komisi XII DPR RI, Alfons Manibui dan Cheroline Chrisye Makalew, Minggu (26/4/2026), yang fokus pada evaluasi dan percepatan program kelistrikan.

Alfons Manibui mengapresiasi peningkatan kinerja PLN dalam dua tahun terakhir, terutama dalam melayani wilayah terpencil. Ia menegaskan listrik kini menjadi kebutuhan dasar masyarakat.

“Listrik bukan lagi kebutuhan sekunder atau tersier, tetapi kebutuhan dasar. PLN harus hadir sebagai wujud negara hingga ke daerah terpencil,” tegasnya.

Cheroline Chrisye Makalew juga mengapresiasi realisasi program Listrik Desa (Lisdes) 2025 yang dinilai berjalan baik.

“Hampir semua usulan kami sudah berjalan. Kehadiran kami harus berdampak, sehingga energi di Papua Barat semakin baik,” ujarnya.

PLN mencatat UP3 Manokwari kini melayani 128.000 pelanggan dengan konsumsi listrik meningkat. Di Teluk Bintuni, pengembangan difokuskan di Bintuni Selatan, khususnya Desa Agonda, Foroda, dan Tofoi.

PLN menargetkan penyelesaian Lisdes di 28 desa di Papua Barat pada akhir April sebagai bagian dari program Indonesia Terang.

EVP Operasi Distribusi Sulawesi, Maluku, Papua dan Nusa Tenggara, Ignatius Rendroyoko, mengatakan pembangunan sistem kelistrikan desa menjadi fondasi utama.

“PLN berkomitmen menghadirkan listrik hingga desa-desa Papua dengan koordinasi bersama pemerintah daerah untuk mengatasi tantangan,” ujarnya.

General Manager PLN UIW Papua dan Papua Barat, Roberth Rumsaur, menambahkan pihaknya akan terus memperkuat sosialisasi dan menjadikan masukan DPR sebagai evaluasi.

“Kami optimistis menghadirkan listrik hingga wilayah terjauh melalui kemitraan yang kuat,” pungkasnya. **

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *