Oleh: RF I
PAPUAINSIDE.ID, WAMENA—Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Papua Pegunungan menggelar pelatihan keamanan pangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Kabupaten Jayawijaya dan Yahukimo di Aula Basda Wamena, Senin (16/3/2026).
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan standar kebersihan dan keamanan pengolahan makanan sekaligus mendorong dapur-dapur SPPG memperoleh Sertifikat Laik Higiene Sanitasi (SLHS) dan sertifikasi halal.
Ketua Kelompok SPPG BGN Wilayah Papua Pegunungan, Wahyu Adi Pratama, mengatakan seluruh pengelola dapur diwajibkan mengikuti pelatihan tersebut agar memahami standar pengolahan makanan yang higienis.
“Kami mewajibkan seluruh dapur ke depan mengikuti pelatihan Sertifikat Laik Higiene Sanitasi dan juga sertifikasi halal. Kegiatan ini dilaksanakan BGN bekerja sama dengan dinas terkait agar dapur-dapur tersebut bisa memperoleh sertifikasi,” ujarnya.
Menurut Wahyu, pelatihan saat ini difokuskan pada relawan yang bekerja di dapur-dapur yang sudah beroperasi serta dua dapur baru yang masih dalam tahap pembangunan.
Ia menambahkan, jumlah dapur SPPG di Kabupaten Jayawijaya diperkirakan akan terus bertambah.
“Ke depan di Jayawijaya akan ada lebih dari 90 dapur. Saat ini yang sedang berproses sekitar 11 dapur,” katanya.

Badan Gizi Nasional (BGN) Wilayah Papua Pegunungan menggelar Pelatihan Keamanan Pangan bagi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dari Jayawijaya dan Yahukimo di Aula Basda Wamena, Senin (16/3/2026). (Foto: Papuainside.id/RF)
Dorong Standar Halal dan Higiene
Perwakilan Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJPH) Papua Pegunungan, Nurul Yakim, mengatakan pihaknya memastikan bahan makanan yang digunakan dalam pelayanan SPPG tidak hanya bergizi, tetapi juga halal dan layak konsumsi.
“Mulai dari daging hingga sayuran harus dicuci dengan bersih. Dari pengamatan kami, dapur-dapur di Jayawijaya sudah cukup baik karena higienitas dijaga dan kehalalannya diperhatikan. Dalam syariat Islam, halal menjadi prioritas,” ujarnya.
BPJPH mendukung pelatihan tersebut sebagai upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan dalam pengolahan makanan.
“Nantinya juga akan ada sertifikasi halal dan sertifikasi bagi penjamah makanan setelah melalui prosedur yang berlaku,” katanya.
Koordinasi dengan Dinas Kesehatan
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Jayawijaya, Esau Rudianto Aibesa, meminta BGN Wilayah Papua Pegunungan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah terkait pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG), terutama yang berkaitan dengan perizinan sanitasi dan higienitas dapur.
Ia menekankan bahwa pengawasan tidak hanya menyangkut tempat pengolahan makanan, tetapi juga petugas yang menangani makanan.
“Diharapkan makanan yang disajikan tetap bersih dan bahan yang digunakan segar. Bahan pangan di daerah kita umumnya tidak menggunakan pupuk sehingga harus dikelola dengan baik agar tidak menimbulkan masalah atau keluhan dari masyarakat,” ujarnya.
Esau berharap para peserta pelatihan memperoleh sertifikat yang dapat dimanfaatkan untuk mengembangkan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Wamena.
“Dengan adanya sertifikat, mereka bisa membuka usaha sendiri dalam skala industri rumah tangga dan sekaligus menciptakan lapangan kerja,” katanya. **













