KEREN !!! “Menoken Tambah-Tambah Kelas English” di Hena Uwakhe Imea CLC

Siswa SD 1-3 Kelas English di Hena Uwakhe Imea CLC di RW 6 Hena, Jalan Ifar Gunung, Kelurahan Sentani Kota, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Jumat (20/2024). (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.id, SENTANI—Pusat Pembelajaran Komunitas Hena Uwakhe Imea atau Hena Uwakhe Imea Community Learning Centre (CLC), menggelar kegiatan Menoken dengan Tagline “Tambah-Tambah Kelas English”.

Kegiatan ini berlangsung  di Kompleks Hena Uwakhe Imea CLC  di RW 6 Hena, Jalan Ifar Gunung, Kelurahan Sentani Kota, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, 18-20 September 2024.

Kegiatan Menoken Tambah-Tambah Kelas English ini merupakan kolaborasi Hena Uwakhe Imea CLC, Noken Mamta, The Samdhana Institute Papua dan Program Studi (Prodi) Pendidikan Bahasa Inggris Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Cenderawasih (Uncen) Jayapura, untuk berbagi isi noken.

Mereka adalah Hendrik Warikar, Muhammad Jihad Hamzah, Putri Nirwana Sani Purba, Yulia Dian Saputri Dani. Keempatnya khusus mengajar Kelas SMP-Dewasa.

Sedangkan pengajar dari Noken Mamta, masing-masing Sandra Waisimon mengajar SD Kelas 1-3 dan Alin Sharina mengajar SD Kelas 4-6.

Ada pun Akitosh Nagasawa Pati, mahasiswa asal Jepang, yang tengah kuliah di Jurusan Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) dan Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Uncen Jayapura membantu mengajar Bahasa Jepang.

Siswa SD 4-6 Kelas English di Hena Uwakhe Imea CLC di RW 6 Hena, Jalan Ifar Gunung, Kelurahan Sentani Kota, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Jumat (20/2024). (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)

Untuk diketahui, Hena Uwakhe Imea CLC dilaunching Sekda Kabupaten Jayapura, Hana Hikoyabi, Jumat (14/7/2023) lalu.

Hena Uwakhe Imea CLC membuka Kelas English, Jerman dan Bahasa Lokal Sentani sejak Juni 2024 lalu, dibimbing langsung dua pengajar, yakni Agustha Kopeuw dan Pauline Joku Haoda.

Fasilitator Noken Mamta, Astried mengatakan pihaknya membuka Kelas English untuk tiga kelas, yakni Kelas SD 1-3, Kelas SD 4-6 dan Kelas SMP dan Dewasa.

Menurut Astried, pihaknya target 30 peserta Kelas English, khusus untuk anak-anak yang tinggal di Kampung Hena, Sentani. 

Namun, kata Astried, kedepan tak menutup kemungkinan ditambah anak-anak dari luar Kampung Hena, yang ingin belajar English.

Astried mengatakan, respon anak-anak cukup bagus, aktif dan antusias.

“Semuanya senang mendengar dan menjawab dengan cermat selama proses belajar,” tutur Astried,” kata Astried, Jumat (20/9/2024).

Astried mengajak pihak-pihak yang mempunyai ilmu bahasa English, untuk  bersama terlibat di Hena Uwakhe Imea CLC. 

Siswa SMP-Dewasa Kelas English di Hena Uwakhe Imea CLC di RW 6 Hena, Jalan Ifar Gunung, Kelurahan Sentani Kota, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Jumat (20/2024). (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)

Pengelola Hena Uwakhe Imea CLC, Agustha Kopeuw menuturkan pihaknya bersama Noken Mamta sudah membahas bersama materi, yang diajarkan kepada anak-anak. 

“Saya menyambut baik pihak-pihak, yang ingin bekerjasama dengan Hena Uwakhe Imea CLC, untuk mendukung masa depan anak-anak kita,” terang Agustha.

Koordinator The Samdhana Institute Papua Piter Roki Aloisius mengatakan, kegiatan Menoken Tambah-Tambah Kelas English ini sejalan dengan program The Samdhana Institute Papua, untuk pengembangan Hena Uwakhe Imea CLC sebagai tempat belajar, bertemu, berkumpul dan berbagi isi noken kepada siapa pun, baik individu maupun komunitas.

Untuk itu, Roki menyampaikan apresiasi kepada Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Uncen Jayapura, yang telah memulai dengan mengajar bahasa Inggris, khusus untuk anak-anak di Uwakhe Imea CLC.

“Kami berharap kerjasama ini dapat terus berlanjut, bahkan sangat terbuka untuk fakultas lainnya di Uncen atau Universitas lainnya di Jayapura,” imbuh Roki.  

Akitosh Nagasawa Pati, mahasiswa asal Jepang, berpose bersama Pengelola Hena Uwakhe Imea CLC, Agustha Kopeuw. (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)

Pengajar English Kelas SMP-Dewasa, Hendrik Warikar mengatakan pihaknya selama tiga hari mengajar tenses, meliputi past tenses, present tense dan future tenses.

Hendrik menuturkan, anak-anak memiliki tingkat pemahaman dan daya serap yang baik. 

“Mungkin ada beberapa yang kurang, tapi kami terus usahakan, agar anak-anak mendapat semua materi ajar,” ujar Hendrik.

Hendrik mengharapkan agar anak-anak menggunakan tenses dengan baik, ketika bertemu penutur bahasa English asli.

Akitosh Nagasawa Pati mengatakan ia merasa mendapat support, karena anak-anak ingin belajar bahasa Jepang. 

Pelajar Kelas 3 SD Inpres Hawai, Kabupaten Jayapura, Nola Kogoya mengaku meski baru pertama kali ikut kelas English, tapi ia senang mendapat tambahan jam belajar English, selain belajar di sekolahnya.

Merlin Marwery, Peserta dari Kelas SMP-Dewasa mengatakan pihaknya bersyukur mendapat pengetahuan baru.

“Selama ini kan kita hanya bicara English, tapi di kelas English ini kita belajar secara terstruktur,” tukas Merlin. 

Merlin mengharapkan agar kelas English juga diajarkan di kampung-kampung, setidaknya untuk memperkenalkan seni, budaya lokal kepada tamu yang datang ke Papua. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *