Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.id, NABIRE–Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Tengah dan tokoh masyarakat menandatangani kesepakatan, untuk menghentikan konflik yang terjadi di Intan Jaya.
Kesepakatan tersebut berlangsung melalui pertemuan yang dipimpin Penjabat Gubernur Papua Tengah Dr Ribka Haluk, Ssos di Nabire, Rabu (24/1/2024).
Turut hadir Danrem 173/PVB Brigjen TNI Franz Yohanes Purba, LO Polda Papua Kombes Pol Supri Agung, Pj Bupati Intan Jaya Apolos Bagau, Ketua DPRD Intan Jaya Panius Wonda, LO Binda Papua Tengah Kolonel Marinir Totok Nurcahyanto, Anggota DPR Papua, Thomas Sondegau, Dandim 1705/Nabire, Pj Sekda Provinsi Papua Tengah, Anwar Harun Damanik, KPU Provinsi Papua Tengah, MRP Papua Tengah dan tokoh-tokoh masyarakat Intan Jaya.
Ribka berharap konflik di Intan Jaya segera dihentikan dan mengajak semua pihak untuk fokus mensejahterakan masyarakat.
“Konflik ini mengakibatkan situasi stabilitas keamanan di daerah terganggu hingga berimbas kepada masyarakat. Mari kita bersama hidup damai dan mendukung pemerintah membangun Intan Jaya, agar masyarakat kembali beraktivitas seperti biasa,” katanya.
Ia menerangkan imbas permasalahan disana mengakibatkan tidak adanya penerbangan, hingga mengakibatkan kebutuhan pangan mulai menipis.
Adapun kesepakatan bersama Pemprov Pegunungan Tengah dan tokoh masyarakat sebagai berikut.
Pertama, bersepakat agar unsur Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Intan Jaya (Pejabat Bupati, DPRD, Tokoh Masyarakat dan seluruh ASN), agar berada di Intan Jaya untuk menyelesaikan konflik.
Kedua, berkomitmen untuk mendorong distribusi kebutuhan pangan masyarakat di Kabupaten Intan Jaya.
Ketiga, Pemprov Papua Tengah dan Pemda Intan Jaya berkomitmen untuk mendorong distribusi logistik Pemilu 2024 ke Intan Jaya.
Keempat, berkomitmen mendukung suksesnya penyelenggaraan Pemilu 2024 yang akan dilaksanakan pada 14 Februari 2024.
Kelima, Pemprov Papua Tengah, Pemda Intan Jaya bersama TNI-Polri dan Tokoh Adat, Tokoh Agama, Tokoh Perempuan, dan Tokoh Pemuda) berkomitmen untuk senantiasa menjaga stabilitas keamanan di Intan Jaya. **













