Mengintip Pembuatan Pupuk Negentropi di Hena, Bahannya Tersedia di Sekitar Kita

Fasilitator Pembuatan Pupuk Negentropi Hena Uwakhe Imea CLC, Agustha Kopeuw, didampingi Anggota Komunitas Menoken Mamta, Lusia Langowuyo, ketika membuat pupuk negentropi. (Dok/Komunitas Menoken Mamta)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.id, SENTANI—Pembuatan pupuk negentropi atau pupuk organik mulai dilaksanakan di RW 6 Hena, Jalan Ifar Gunung, Kelurahan Sentani Kota, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua.

Pembuatan pupuk negentropi ini adalah kolaborasi antara Pusat Pembelajaran Komunitas Hena Uwakhe Imea atau Hena Uwakhe Imea Community Learning Centre (CLC), The Samdhana Institute Papua, Komunitas Menoken Mamta, Komunitas Tuli Jayapura, Komunikasi Jalan Jalan Sore, Komunitas Pemuda Yotoro, Komunitas Pemuda Abar dan Komunitas Titian Hidup Kampung Abar.

Pelatihan Pembuatan Pupuk Negentropi berlangsung 21-25 Mei 2022 lalu, diampuh Agus Mulyana, seorang praktisi pertanian dari Bogor.

Pelatihan pembuatan pupuk negentropi ini adalah salah-satu kegiatan Menoken di wilayah Mamta.

Menoken adalah tindakan merajut dan membangun wadah untuk menyambungkan komunitas, produk, pengetahuan, dan solidaritas.

Fasilitator Pembuatan Pupuk Negentropi Hena Uwakhe Imea CLC, Agustha Kopeuw, Sabtu (16/12/2023) mengatakan pihaknya telah membuat pupuk negentropi sebanyak dua kali, yakni 20 Juli 2023 dan 10-11 November 2023.

Pembuatan pupuk negentropi pertama terdiri dari  6 orang masing-masing 4 dewasa dan 2 anak- anak. Sedangkan kedua  5 orang 4 dewasa dan 1 anak.

Pembuatan pupuk negentropi pertama menggunakan bahan-bahan, yakni daun basah 15 kg, daun kering 15 kg serbuk  kayu 10 kg, kotoran hewan (kohe) 10 kg  total 50 kg.

Pembuatan pupuk negentropi kedua menggunakan bahan masing-masing daun basah 50 kg, daun kering 50 kg, serbuk kayu 25 kg dan kohe  25 kg total 150 kg.


Fasilitator Pembuatan Pupuk Negentropi Hena Uwakhe Imea CLC Agustha Kopeuw, ketika menimbang pupuk negentropi di RW 6 Hena, Jalan Ifar Gunung, Kelurahan Sentani Kota, Distrik Sentani, Kabupaten Jayapura, Papua. (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)

Berikut ini langkah praktis pembuatan pupuk negentropi.

Pertama, siapkan bahan daun kering dan daun basah, yang sudah dicacah atau dipotong kecil-kecil, sebanyak 15 kg, daun basah (kelor atau petai Cina) 15 kg, serbuk kayu 10 kg dan kohe 10 kg.

Siapkan juga larutah Effective Microorganisme 4 atau EM 4.

Kedua, siapkan wadah yang terbuat dari kawat has atau keranjang ukuran 1 meter dibuat keranjang berbentuk lingkaran.

Ketiga, siapkan terpal dengan ukuran memadai untuk tutup campuran bahan pupuk negentropi.

Keempat, bahan dasar pupuk negentropi dibagi masing-masing 5 kg dan 2,5 kg. Masukan 5 kg daun kering dalam keranjang lalu siram atau basahi dengan air bercampur EM 4 secukupnya (pengunaan EM 4 sebanyak 12 tutup botol cairan EM 4 untuk air 20 liter).

Lalu masukan daun basah, daun kering, serbuk kayu, kohe seperti langkah pertama.

Setiap penambahan diberi campuran air secukupnya sampai semua bahan tersimpan dalam wadah.

Kelima, tutup wadah dengan terpal yang terbungkus rapi dan menunggu pupuk berproses selama 2 hari.

Keenam, lalu terpal dibuka, kemudian lakukan pengadukan campuran di luar wadah.

Ketujuh, masukan campuran lalu tutup lagi dan setiap 2 hari pengadukan sampai durasi 18 hari pupuk sudah gembur dan tercampur merata, sehingga pupuk sudah siap digunakan.

Komunitas Menoken Mamta menanam 200 anakan, ketika Menoken di Kampung Dondai, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (2/12/2023). (Foto: Komunitas Menoken Mamta)

Dari produksi pupuk negentropi ini sebanyak 160 kg telah dipakai untuk penanaman 200 pohon, ketika kegiatan Menoken di Kampung Dondai, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (2/12/2023).

Pembuatan pupuk negentropi memanfaatkan bahan-bahan yang cukup tersedia di sekitar kita.

Meski demikian, jelas Agustha, pupuk negentropi yang sudah layak pakai tak selalu berdurasi 18 hari.

Setelah membuat pupuk negentropi dua kali, menurut pengalaman ternyata ada cara yang muda untuk mengetahui pupuk sudah siap pakai atau tidak yakni dengan cara merabah konsentrat pupuk.

Kalau pupuk masih hangat berarti pupuk masih berair dan belum jadi. Tapi kalau sudah siap pakai konsentrat sudah dingin, maka pupuk siap pakai, karena sudah menyatu dengan teratur.

Sebelumnya, penanaman di Bukit Hena sudah dilakukan dengan anakan gaharu dan willow, masing-masing 60 gaharu 20 dan anakan willow.

Dengan menggunakan pupuk negentropi anakan gaharu dan wilow tumbuh subur dan rimbun.

Agustha mengharapkan kedepan penanaman anakan menggunakan pupuk negetropi, sebab terbukti dalam waktu dua minggu anakan sudah muncul daun dan tunas muda.

Komunitas Menoken Mamta menanam 200 anakan, ketika Menoken di Kampung Dondai, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Papua, Jumat (2/12/2023). (Foto: Komunitas Menoken Mamta)

The Samdaha Institute Papua Coordinator, Piter Aloisius Roki mengatakan pihaknya memfasilitasi kegiatan pelatihan pembuatan pupuk negentropi.

Dengan pelatihan tersebut,  ungkap Roki, peserta pelatihan mampu membuat pupuk negentropi. Pupuk tersebut digunakan untuk kegiatan penanaman di Bukit Yotoro, Bukit Hena, Bukit Hobong, Bukit Dondai. Selain itu, Komunitas Menoken Mamta memproduksi pupuk negentropi untuk dijual seharga Rp 5.000/kg.

Anggota Komunitas Menoken Mamta, Lusia Langowuyo mengatakan pembuatan pupuk negentropi di Hena Uwakhe Imea CLC berlangsung selama dua hari dengan tahapan awal yaitu pengumpulan alat dan bahan-bahan yang dibutuhkan dalam proses pembuatan pupuk negentropi.

Adapun alat dan bahan-bahan, antara lain, karung yang digunakan untuk mengisi dedaunan, kohe, daun lamtoro, daun kering yakni daun matoa, daun bambu, serbuk kayu dan mikroba lokal.

Pada hari kedua ini seperti yang diagendakan bersama adalah pembuatan pupuk negentropi dengan menggunakan alat dan bahan-bahan yang sudah terkumpul.

Dimulai dengan proses pencacahan atau penghalusan daun basah dan daun kering yang memakan waktu  cukup lama. Tahap selanjutnya yaitu menimbang bahan-bahan tersebut sesuai takaran yang dibutuhkan diantaranya kurang lebih daun lamtoro/daun basah 18 kg, rumput basah 10 kg, daun kering 28 kg, serbuk kayu 35 kg, kohe 35 kg.

Setelah proses timbang, bahan-bahan tersebut diaplikasikan pada kawat has yang telah dibentuk secara bertahap sesuai dengan langkah-langkah pembuatan pupuk negentropi (daun kering sebagai alas, daun kering, serbuk kayu, kohe yang disirami mikroba lokal pada setiap tahapan sampai bahan-bahan tersebut habis terpakai.

Langkah akhir dari proses diatas pupuk tersebut ditutupi menggunakan terbal selama 5 hari untuk proses penguraian dan akan diaduk dua hari sekali.

Mari mencoba pembuatan pupuk negentropi. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *