KTJ dan Pemuda Yotoro Tanam Jagung di Kebun Tuli Yotoro

Sekda Jayapura Hana Hikoyabi, melakukan penanaman jagung di Kebun Tuli Yotoro, Toware-Kampung Kwadeware, Distrik Waebu, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (25/9/2023). (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside. id)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside. id, SENTANI—Komunitas Tuli Jayapura (KTJ) dan Pemuda Yotoro berkolabarasi menanam jagung di Kebun Tuli Yotoro, Toware-Kampung Kwadeware, Distrik Waibu, Kabupaten Jayapura, Provinsi Papua, Senin (25/9/2023).

Bibit jagung yang ditanam di lahan seluas dua hektar adalah jenis Super BISI-18 sebanyak 40 kg bantuan Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Jayapura.

Turut hadir Sekda Jayapura Hana Hikoyabi, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Jayapura David Zakaria, Perwakilan Pemerintahan Kampung Kwadeware Sutty F Tungkoye, Koordinator Program Samdhana Institut Papua Piter Roki Aloisius dan Staf Samdhana Institut Bogor Yuniken Mayangsari.

Sekda Jayapura Hana Hikoyabi, membuka tirai papan nama, ketika melakukan penanaman jagung di Kebun Tuli Yotoro, Toware-Kampung Kwadeware, Distrik Waebu, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (25/9/2023). (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside. id)

Sekda Jayapura Hana Hikoyabi, didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Jayapura David Zakaria dan Koordinator Program Samdhana Institut Papua Piter Roki Aloisius secara simbolis melakukan penanaman jagung perdana, diikuti teman-teman KTJ dan Pemuda Yotoro.

Ketua KTJ Stephany Chrisma Lidya Woen, didampingi Ketua Pemuda Yotoro Anton Marweri dan Anggota KTJ David Samuelinto Rumbewas menyampaikan Kebun Tuli Yotoro adalah kebun bersama teman-teman tuli dan teman-teman dengar.

Mereka menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jayapura, Samdhana Institut Papua, masyarakat adat Kampung Kwadeware, yang telah mendorong, sehingga kebun tuli bisa diolah dan ditanami jagung.

“Kami sudah buat pagar, bajak, bedeng dan tanam. Puji Tuhan, tiga bulan lagi kami panen jagung,” ujar David Samuelinto Rumbewas.

KTJ dan Pemuda Yotoro pun telah sepakat membangun rumah jaga, untuk menyimpan barang- barang kebun dan piket malam secara bergantian, untuk menjaga serangan hama maupun binatang.

Sekda Jayapura Hana Hikoyabi dan Komunitas Tuli Jayapura dan Pemuda Yotoro, menunjukan salam menoken, ketika melakukan penanaman jagung di Kebun Tuli Yotoro, Toware-Kampung Kwadeware, Distrik Waebu, Kabupaten Jayapura, Papua, Senin (25/9/2023). (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside. id)

Sekda Hana mengatakan, penanaman jagung yang diinisiasi   KTJ dan Pemuda Yotoro ini menunjukan semangat dan motivasi yang luhur dan murni kepada semua pihak, khususnya warga di Kabupaten Jayapura.

“Kalau teman-teman kita yang tuli saja bisa berbuat begini kita yang sempurna itu buat apa. Tangan, kaki, bisa bicara dan bisa dengar. Mereka sudah bisa kasih contoh bahwa jangan torang bermalas-malas, tapi dengan semua yang Tuhan kasih sempurna di tubuh sebenarnya kita bisa buat lebih dari mereka. Bapak, mama dan anak-anak semua mari kitorang sambung apa yang mereka sudah buat hari ini. Mari kitorang jaga dan rawat kebun supaya jagung ini bisa beri hasil buat kitorang,” imbuh Sekda.

Sekda menuturkan, Kebun Tuli Yotoro ini juga menjadi motivasi untuk teman-teman lain, dimana lahan yang luas ini bisa ditanami apa saja, seperti jagung, rica, sayuran dan lain-lain, agar jadi lahan produktif.

Koordinator Program Samdhana Institut Papua, Piter Roki Aloisius mengatakan Kebun Tuli Yotoro ini berawal dari kegiatan Komunitas Menoken Mamta, yang dihadiri 30 komunitas di Bukit Yotoro 2021 lalu. Mereka menginisiasi pengolahan kebun, yang bisa bermanfaat bagi semua.

“Menoken itu bukan berarti membuat noken, tapi lebih kepada mencoba menggiatkan dan menggerakan kembali semangat atau nilai-nilai noken yang selama ini diangkat oleh teman-teman komunitas noken Mamta,” tutur Roki.

DARI Dari kegiatan menoken itu, ucap Roki, lahirlah Janji Yotoro salah-satunya adalah bagaimana teman-teman bisa berkontribusi terhadap penyelamatan lingkungan.

“Kegiatan menoken itu disepakati bahwa bagaimana kita berupaya, untuk menghijaukan Bukit Yotoro, yang gundul akibat pengikisan air dan longsor,” tandas Roki.

Perwakilan Pemerintahan Kampung Kwadeware Sutty F Tungkoye mengatakan kegiatan membuka dan mengolah kebun ini positif sekali. Selain bisa memberikan penghasilan bagi warga, tapi juga ikut menyelamatkan lingkungan sekitar.

“Anak-anak muda bisa sibuk di kebun, sehingga menghilangkan hal-hal negatif yang mempengaruhi prilkaku mereka,” pungkas Sutty.

Dalam kesempatan itu, Sekda Jayapura Hana Hikoyabi, didampingi Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Holtikultura Kabupaten Jayapura David Zakaria, menyerahkan bantuan berupa hand sprayer dan pupuk organik cair, yang terdiri dari obat rumput dan obat hama. **

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *