AHLEKEN, Aplikasi Sistem Pengumpulan Data Berbasis Data Base

Carmelita Lisanty, SE.,M.Si peserta Diklat PIM III Pemda Jayawijaya saat berkonsultasi dengan Sekda Jayawijaya Thony M.Mayor S.Pd.,MM. (Foto : Vina Rumbewas)

Oleh: Vina Rumbewas|

PAPUAInside.com,WAMENA – Dalam peningkatan kinerja Inspektorat terutama dalam pelayanan pengawasan dan pelaporan tidak terlepas dari peran OPD sebagai rekan kerja guna mencapai tujuan yang diinginkan.

Dari pengalaman Inspektorat Kabupaten Jayawijaya pengumpulan data dan dokumen memerlukan waktu yang lama dan agak sulit, sebab masih saja ada OPD yang kurang kooperatif dalam memberikan informasi dan data, hal ini dikarenakan kurangnya pemahaman terkait aturan dan kewenangaan pemeriksaan dan pengawasan.

Selain itu mekanisme dan prosedur koordinasi yang panjang, sehingga dateline waktu dalam pengumpulan sering terlambat, sehingga berdampak pada pelaporan yang juga terlambat.

Hal inilah yang coba didorong pegawai Inspektorat Carmelita Lisanty, SE.,M.Si dalam proyek perubahan yang menjadi syarat dalam output peserta Diklat PIM III Pemda Jayawijaya.

AHLEKEN atau Aplikasi Sistem Pengumpulan Data Berbasis Data Base, merupakan aplikasi pengumpulan data yang dapat mempermudah dalam penginputan data dan informasi yang dibutuhkan. Aplikasi ini dapat diinput langsung oleh OPD dengan harapan saat memerlukan informasi atau data tinggal mengambil pada data base yang telah ada.

“Dengan adanya aplikasi ini kami dari inspektorat berharap data yang kami peroleh bisa secepatnya kami berikan informasi kepada pihak yang meminta, dan juga dari semua OPD melaporkan hasil realisasainya sebagai bahan dalam pengawasan untuk review pemeriksaan, monitoring, terkait pengadaan barang dan kontrak semuanya dalam aplikasi itu mereka tinggal menginput,” ungkapnya, Sabtu (11/09/2022).

Ia juga menjelaskan, secara tidak langsung melalui aplikasi ini inspektorat juga bisa mendapatkan data dari OPD dan nantinya pada tahap evaluasi bisa berkoordinasi dengan dinas terkait sejauh mana penyerapan yang terjadi antara fisik dan realisasi keuangannya.

Sementara itu, Sekda Jayawijaya Thony M.Mayor S.Pd.,MM mendukung penuh proyek perubahan tersebut.

“Sebagai pimpinan kami sangat mendukung, karena ini untuk mempermudah, sehingga ketika diminta data dari BPK, BKP atau Inspektorat provinsi di luar kabupaten ini kita sudah punya data terkait dengan  laporan keuangan atau realisasi keuangan yang ada,” ungkapnya.

Untuk itu, dirinya sangat mendukung aplikasi yang dibuat peserta PIM III ini, sehingga diharapkan aplikasi ini dapat diimplementasikan kedepan tidak hanya sampai pada syarat dalam penilaian Diklat PIM III Pemda Jayawijaya. **