Terduga Teroris di Merauke, Sempat Lakukan Percobaan Peledakan Tetapi Gagal

Kapolda Papua Irjen Pol M Fakhiri. (foto: Humas Polda Papua)

PAPUAInside.com, JAYAPURA— Kapolda Papua Irjen Pol M Fakhiri mengatakan 11 terduga teroris yang tertangkap di Merauke sudah pernah mencoba melakukan peledakan tetapi gagal.

“Dari informasi awal mereka memang pernah melakukan aksi tapi gagal sehingga termonitor oleh kita,” jelas Fakhiri

Itu tahun 2019 sejak saat itu teman-teman dari Densus 88 pantau terus keberadaan mereka selama di Merauke, karena sejak dari tahun 2019 ini dimantau maka, Densus 88 memutuskan untuk dilakukan penangkapan.

“Karena sudah cukup lama memantau kegiatan kelompok ini di Merauke sehingga minggu lalu diputuskan kita melakukan penangkapan beberapa orang yang terkait dengan kasus teror di Makassar,” bebernya.

Dijelaskan, 11 orang terduga teroris di Kabupaten Merauke, sempat berpindah ke Makassar lalu kembali ke Merauke.

‘’Para terduga teroris sudah tinggal di Merauke selama beberapa tahun dan memyamar sebagai masyarakat biasa. Yang bersangkutan sebelumnya ada di Merauke setelah itu dia kembali ke Makassar dan melakukan kegiatan bom bunuh diri,” jelasnya di Jayapura, Senin (31/05/2021).

“Profesi mereka ada yang jadi buruh, ada yang jadi tukang, kebanyakan mereka terlibat kegiatan keagamaan,” tambah Fakhiri.

Disampaikannya, teroris yang di tanggakap ini merupakan jaringan Anshor Daulah, yang mana jaringan ini pernah melakukan pengeboman di Gereja Katedral Makassar pada Januari 2021.

“Penangkapan kelompok Anshor Daulah merupakan rangkaian kasus yang terjadi beberapa bulan lalu di Makassar,” jelasnya.

Disinggung mengenai barang bukti, Fakhiri engan menyebutkan secara keseluruhan, akan tetapi ia pastikan dari para terduga teroris, Densus 88 telah mengamankan panah dan senjata api.

Penangkapan 10 terduga teroris di Merauke dilakukan pada Jumat (28/05/2021) di beberapa distrik. Mereka yang diamankan adalah, AK, SB, ZR, UAT, DS, SD, WS, YK, AP dan IK.

Untuk AP dan IK merupakan pasangan suami istri yang telah memiliki seorang anak berusia lima tahun. Lalu dari hasil pengembangan, Densus 88 kembali menangkap satu terduga teroris di Merauke. **