Satgas TNI Berikan Pelayanan Kesehatan Masyarakat Perbatasan RI-PNG

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Raider 100/PS Pos Wembi memberikan pelayanan pengobatan keliling bagi masyarakat di wilayah perbatasan RI-PNG, tepatnya di Kampung Piyawi, Mannem, Keerom, Papua. (Foto: Dok/Pendam Cenderawasih)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.com, KEEROM—Satgas Pamtas RI-Papua New Guinea (PNG) Yonif Raider 100/PS Pos Wembi memberikan pelayanan pengobatan keliling bagi masyarakat di wilayah perbatasan RI-PNG, terutama di Kampung Piyawi, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom, Provinsi Papua, Minggu (21/02/2021).

Demikian disampaikan Danki A Satgas Yonif Raider 100/PS Lettu Inf Arya Megah Miko SS,THan mengatakan, pihaknya selalu memberikan perhatian lebih, untuk masalah kesehatan dimana masih kurangnya pelayanan kesehatan di kalangan masyarakat serta memastikan akan menjamin kualitas kesehatan masyarakat di perbatasan RI-PNG.

Ia mengatakan, kegiatan yang dilakukan Pos Wembi merupakan upaya nyata TNI, untuk memberikan pelayanan kesehatan yang menyentuh kebutuhan warga di perbatasan RI-PNG.

“Kami dengan ikhlas memberikan pengobatan secara keliling yang dilakukan seluruh pos jajaran Satgas Yonif Raider 100/PS. Hal tersebut dilakukan semata-mata karena kami menganggap semua masyarakat disini adalah saudara kita,” ucap Danki.

Sementara itu, Komandan Pos Wembi Sertu Indra Susanto mengatakan, kegiatan pengobatan kesehatan rutin dilakukan dua kali dalam seminggu ke rumah-rumah warga.

“Kami datangi satu persatu rumah yang ada di Kampung Piyawi ini, kami data dan kami awasi perkembangan kesehatannya. Jika ada warga yang memiliki sakit berat, kami konsultasikan ke dokter Satgas atau kami antar untuk membawanya ke Puskesmas,” ujar Indra.

Kegiatan pelayanan kesehatan tersebut dipimpin langsung oleh Bintara Kesehatan Pos Wembi Serka Sapuan beserta 7 orang anggota lainnya, adapun penyakit yang diderita ibu Hj. Denta (78) yaitu sakit pegal-pegal dan asam urat, personil pos langsung memeriksa dan memberikan obat, supaya bisa cepat sembuh.

Ibu Hj. Denta mengakui, di tengah masa pandemi Covid-19 ini yang hampir semua pelayanan kesehatan ditutup, karena warga sedikit kesulitan mendapat layanan kesehatan.

“Sungguh hebat dan saya mewakili masyarakat Kampung Piyawi mengucapkan terima kasih atas ketulusan kalian merawat kami disini, terima kasih Bapak TNI telah memberikan perhatian kepada kami,” ujar Ibu Hj. Denta. **