PAPUAinside.com, JAYAPURA— Target relawan yang akan disuntik perdana vaksin covid-19 di Papua sebanyak 14 orang sesuai yang mendaftar, namun kenyataannya sebanyak 20 orang divaksin di hari pertama penyuntikan yang dipusatkan di RSUD Do II, Jumat (15/01/2021).
Ke-14 orang yang terdaftar ini mewakili TNI/Polri, Pemprov Papua, Pemkot Jayapura, tokoh agama, tokoh adat, tokoh pemuda.
Dari ke-14 orang ini ada beberapa orang yang berhalangan hadir, karena kesibukaan mereka, sehingga diganti orang lain. Seperti Kombes Pol Jeremias Rontini, SIK, MSi (Karo Ops Polda Papua) diganti Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs. Ahmad Musthofa Kamal, SH.
Para relawan yang mendapatkan vaksin perdana covid -19 ini memiliki kesan dan kesaksian tersendiri.
Dokter Donald Aronggear yang juga Ketua IDI (Ikatan Dokter Indonesia) Papua mengajak seluruh warga agar jangan takut vaksin. “Kita lihat sendiri vaksin tak ada efek waktu disuntik pun kayaknya lebih sakit kalau kita dicubit,” katanya.
Ia mengatakan, ia bangga dalam arti bisa memberikan contoh dan meyakinkan teman teman di masyarakat wajib vaksin, agar imun makin kuat. Dan tetap waspada mentaati prokes 3 M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak.
Sementara itu, L. Christian Sohilait Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua mengatakan ia tak merasa apa apa setelah divaksin. Biasa saja. Memang tahapan awal tensinya sempat naik 150, tapi setelah discreening ulang tensi turun 130/80.
“Saya menjawab sekitar 14 pertanyaan, apakah ada asma atau tidak apakah ada penyakit bawaan apakah ada alergi obat. Kemudian apakah dalam dua tiga hari ada minum obat obat,” ujarnya.
Setelah itu ia disuntik di sebelah kiri lengan. Tadi vaksinnya mungkin sekitar 10 detik saja kemudian masuk kedalam tubuh. “Memang pertama sedikit kaget, setelah itu kita diminta waktu untuk tenang selama 30 menit,” terangnya.
Ia menghimbau kepada guru guru hampir 22.000 orang di seluruh Papua kita akan berinteraksi dengan anak anak sekolah cukup banyak hampir 600.000-700.000 siswa di Papua.
“Artinya kita punya potensi besar kalau terpapar Covid-19, karena itu setelah saya melakukan vaksin mungkin ini juga menjadi contoh bagi semua teman teman guru. Mari kita ambil bagian ini, sehingga waktu kita berinteraksi dengan anak anak baik luar jaringan (luring) maupun dalam jaringan (daring) dengan orang orang disekitar kita sudah pastikan tubuh kita ada imun yang kuat,” ungkapnya.
Albert Maniani mengajak anak anak muda di Papua, setelah ia divaksin rasanya biasa, seperti suntik pada umumnya.
“Saya memotivasi kepada anak anak muda Papua jangan mengikuti berita bohong alias hoaks. Buktinya saya menjadi sehat. Jadi jangan takut untuk vaksin, sebab vaksin itu membantu kita untuk menjaga kekebalan tubuh.
Dilanjutkan ke Kabupaten/Kota
Sebelumnya, Gubernur Papua Lukas Enembe dalam sambutannya yang dibacakan Penjabat Sekda Papua Doren Wakerkwa, mengatakan hingga tanggal 13 Januari 2021, jumlah angka kasus Covid-19 di Papua sudah mencapai 14.332 orang dengan 265 diantaranya meninggal dan 12.828 orang sembuh.
Dikatakan pemerintah terus berupaya menekan laju pandemi ini dengan segala cara seperti terus mengkampanyekan penerapan protokol pencegahan 3M, yakni memakai masker, mencuci tangan dengan sabun dan menjaga jarak juga dengan meningkatkan pemeriksaan Covid-19 bagi penduduk yang ada di Papua.
Langkah pencegahan yang terkini yang sedang dilakukan adalah mempercepat peluncuran vaksin Covid-19 pada sasaran yang ada di seluruh Indonesia.
Presiden Republik Indonesia telah memerintahkan, agar vaksinasi Covid-19 segera mulai dilaksanakan di seluruh tanah air, termasuk Papua.
Bapak Presiden sendiri secara sukarela telah mendapatkan vaksinasi Covid-19 pada tanggal 13 Januari yang lalu bersama beberapa tokoh efektivitas sebesar 63,5%, lebih tinggi dari standar WHO sebesar 50%. Vaksin ini juga telah nasional lainnya.
Kita perlu berbahagia karena saat ini, vaksin Covid-19 tahap pertama dengan jenis Sinovac juga sudah diterima oleh Provinsi Papua, untuk selanjutnya diberikan kepada tenaga kesehatan yang menjadi prioritas. Jumlah vaksin yang sudah diterima pada tahap pertama ini adalah 14.680 dosis dan akan diberikan mulai bulan Januari hingga Maret 2021.
Vaksin telah didistribusikan ke tiga Kabupaten/Kota untuk sasaran di Kota Jayapura sebanyak 3.464, Kabupaten Jayapura sebanyak 1.343 dan Kabupaten Mimika sebanyak 2.449 orang tenaga kesehatan.
Masing- masing tenaga kesehatan akan mendapatkan dua kali penyuntikan dengan jarak penyuntikan 14 hari dari penyuntikan pertama.
Kita harus meyakini bahwa vaksin Covid-19 ini aman dan akan bermanfaat bagi kita semua. Vaksin ini sudah mendapatkan izin penggunaan darurat dari Badan POM RI dengan diberikan.
Hingga saat ini sudah hampir dua ratus tenaga vaksinator di provinsi Papua yang dilatih untuk memberikan vaksinasi Covid-19 ini.
Demi mendorong partisipasi aktif peserta vaksinasi Covid-19, pemerintah RI dan seluruh provinsi yang ada di Indonesia sepakat untuk melaksanakan kegiatan pencanangan pemberian vaksin Covid-19 dengan melibatkan pimpinan SKPD, organisasi profesi, tokoh agama dan tokoh masyarakat di setiap wilayah. **













