PGI Desak Jokowi Usut Penembakan Pendeta Yeremia Zanambani

Pendeta Yeremia Zanambani. (Foto: Dok/Istimewa)

Oleh: Makawaru da Cunha  I                       

PAPUAInside, com, JAYAPURA—Persekutuan Gereja-gereja di Indonesia (PGI) mendesak Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengusut tuntas kasus penembakan, yang menyebabkan meninggalnya Pendeta Yeremia Zanambani di Kampung Bomba, Distrik Hitadipta, Kabupaten Intan Jaya, Minggu (20/09/2020) pukul 14.40 WIT.

Hal ini disampaikan  Ketua Umum PGI Pdt. Gomar Gultom dan Sekretaris Umum Pdt. Jacklevyn F. Manuputty melalui surat kepada Para Hamba Tuhan dan Warga Jemaat  GKII, Senin (21/09/2020).

Dikatakan pihaknya menyampaikan rasa turut berdukacita yang mendalam atas peristiwa tragis yang dialami oleh salah-satu hamba Tuhan GKII, Pdt. Yeremia Zanambani, tokoh Gereja yang sangat dihormati dan juga seorang penerjemah Alkitab bahasa Indonesia ke bahasa (suku) Moni.

Dikatakan peristiwa kejam yang dialami oleh rekan kerja kita ini memang sangat memilukan hati nurani kemanusiaan kita. Sungguh sangat miris peristiwa ini terjadi di saat kita semua sedang berjuang bersama menghadapi bahaya penyebaran dan penularan Covid-19.

“Tidak ada di antara kita yang ingin menghadapi kematiannya dengan cara seperti ini. Karena itu,  kami turut berduka bersama dengan seluruh keluarga besar Sinode GKII terlebih secara khusus dengan keluarga almarhum,” ujarnya.

PGI sangat serius menyikapi masalah ini, terangnya, pihaknya telah mengirim surat kepada Bapak Presiden, untuk meminta Kapolri segera mengusut tuntas kasus ini.

“Sambil menanti respons Bapak Presiden, kita perlu terus saling menguatkan dalam menghadapi peristiwa seperti ini. Dan sedapat mungkin mencegah terjadinya tindak kekerasan balasan atas kematian hamba Tuhan ini,” jelasnya.

Karena itu, ucapnya, ijinkan kami menyapa saudara-saudara melalui Firman Tuhan yang telah mengingatkan kita agar “…berdirilah teguh, jangan goyah, giatlah selalu dalam pekerjaan Tuhan! Sebab kamu tahu, bahwa dalam persekutuan dengan Tuhan jerih payahmu tidak sia-sia.” (1 Kor. 15:58). **