Oleh: Faisal Narwawan|
PAPUAInside.com, JAYAPURA – Ondofolo Sentani Yanto Eluay yang juga merupakan anak dari Almarhum Theys H. Eluay meminta semua pihak baik kelompok maupun perorangan untuk tidak memanfaatkan isu kematian Theys sebagai kepentingan politik Papua.
Diketahui, pada 10 November 2001 Tokoh Papua Theys Eluay dibunuh.
Kematian Theys ini juga dikaitkan dengan pencalonan Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal Andika Perkasa sebagai Panglima TNI yang baru menggantikan Marsekal Hadi Tjahjanto. Diketahui DPR telah menyetujui pencalonan itu.
“Tanggal 10 November 2018 itu kami telah memaafkan dan mencabut kasus pembunuhan Theys yang dikategorikan sebagai pelanggaran HAM,” tegas Yanto Eluay.
Ia mengatakan, keluarga besar Theys Eluay tak menginginkan kasus itu terus dimanfaatkan sejumlah pihak. “Kami ikuti kasus ini dimanfaatkan banyak pihak, baik LSM dan lain sebagainya untuk kepentingan-kepentingan. Mereka mencari keutungan, untuk itu kami sampaikan secara resmi pernyataan sikap itu kepada presiden,” ungkapnya kepada wartawan, Senin (8/11/2021).
Ia juga menegaskan, tokoh adat siap bekerjasama dengan pemerintah untuk mensejahterahkan masyarakat Papua.
“Kami siap membangun kerjasama dengan pemerintah. Jangan lagi ada pihak-pihak mengaitkan kasus itu dengan pak Jenderal Andika Perkasa, dulu mau naik KASAD juga seperti ini, untuk itu sejumlah pihak stop kait-kaitkan,” katanya lagi.
Ia mengatakan, status Theys Eluay sebagai tokoh Papua merdeka bukan pemimpin politik, tetapi pemimpin masyarakat adat yang perjuangkan keadilan dan kesejahteraan masyarakat Papua.
“Cara yang ia gunakan adalah salah satunya melalui perjuangan politik Papua merdeka. Beliau adalah tokoh merah putih tulen dalam rangka agar pemerintah memperhatikan rakyat Papua, kita akan bedah siapa figur Theys Eluay, supaya masyarakat memahami itu,” tutupnya. **














