Oleh: Faisal Narwawan I
PAPUAinside.id, JAYAPURA—Wakil Menteri Agama, Zainut Tauhid Sa’adi dijadwalkan meresmikan Tugu Harmony Award di Kota Jayapura, Selasa (7/3/2023) besok.
Seperti diketahui, Tugu Harmony Award Jayapura adalah Lambang Kota Modernisasi Agama.
Peresmian tugu yang berada di depan Kantor Distrik Jayapura Selatan itu bertepatan dengan HUT Kota Jayapura ke 113.
Penjabat Walikota Jayapura, Frans Pekey kepada wartawan mengatakan, peresmian tugu juga diikuti dengan launching Kota Jayapura sebagai Kota Modernisasi Agama.
“Peresmian dan pencanangan akan dilakukan Wakil Menteri Agama bersama kami Forkompimda Kota Jayapura,” ungkap Frans Pekey, usai Apel di Main Hall, Kantor Walikota Jayapura, Papua, Senin (6/3/2023) pagi.
Lebih lanjut, Pekey menjelaskan, bahwa tugu tersebut sarat akan makna dan bukan sekedar sebuah bangunan.
“Tapi ada karena penghargaan kepada kota ini dan akan selalu mengingatkan, menginspirasi tentang toleransi kepada warga Kota Jayapura,” ungkapnya lagi.
Kepada setiap warga Kota Jayapura ia minta agar terus memegang nilai-nilai toleransi umat beragama.
“Tugu ini akan senantiasa mengingatkan kita dan juga mereka yang mengunjungi kota ini bahwa kita sama-sama umat beragama, walau berbeda keyakinannya, tapi semua adalah ciptaan Tuhan,” jelas Pekey.
Ia pun mengajak warga kota saling menghargai, menghormati sesama insan di Jayapura sebagai wujud roh dari modernisasi beragama.
Asal Berdirinya Tugu Harmony Award
Sebelumnya, Pemkot Jayapura menerima replika penghargaan Harmony Award Tahun 2020 dari Kementerian Agama RI, 3 Mei 2022 lalu.
Replika penghargaan tersebut dibawah oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Papua, Amsal Yowei bersama iring-iringan perwakilan lintas agama di Kota Jayapura.
Selanjutnya, replika penghargaan Harmony Award diserahkan kepada Walikota Jayapura Benhur Tomi Mano saat itu di Kantor Walikota Jayapura, 4 Maret 2022.
Penghargaan ini diberikan kepada Walikota Jayapura saat itu Benhur Tomi Mano. Ia dianggap mampu mewujudkan kerukunan umat beragama di Kota Jayapura.
Selain itu, penghargaan diberikan atas dasar penilaian yang dilakukan Badan Litbang dan Diklat Kementerian Agama tentang indeks kerukunan umat beragama.
Juga berdasarkan hasil penelusuran di media tentang program pembinaan kerukukan yang dilakukan oleh masing-masing daerah, termasuk atas dasar kajian kasus-kasus intoleran yang tersebar di Kabupaten/Kota se- Indonesia.
Di masa kepemimpinannya, Benhur Tomi Mano terkenal banyak mendukung dan berupaya menjaga toleransi beragama di Kota Jayapura. Salah satunya adalah membangun pemakaman umum bagi umat Muslim di Kota Jayapura berbiaya rendah juga terkenal dengan program Umroh bagi umat Islam ke Tanah Israel bagi umat Kristen dan ke Thailand bagi penganut Hindu dan Budha.**














