Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAINSIDE.ID, JAKARTA—UMKM binaan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Papua menorehkan prestasi di ajang Karya Kreatif Indonesia (KKI) 2026. Dua barista asal Papua berhasil menembus 24 besar nasional Cangkir Barista 2026, dengan Muhammad Amien Rais Wanggai meraih Juara Harapan III.
Prestasi tersebut menjadi salah satu capaian UMKM binaan KPw BI Provinsi Papua dalam KKI 2026 yang berlangsung di Jakarta.
Selain kompetisi barista, UMKM Papua juga mendapat kesempatan memperluas jejaring usaha melalui business matching dengan calon pembeli dari dalam dan luar negeri.
Cangkir Barista 2026 diikuti 2.736 peserta dari berbagai daerah di Indonesia. Dari jumlah tersebut, dua barista binaan KPw BI Provinsi Papua, yakni Muhammad Amien Rais Wanggai dan Kevin Andrian Luarmase, berhasil melaju hingga babak 24 besar nasional. Muhammad Amien Rais Wanggai kemudian melengkapi capaian tersebut dengan meraih Juara Harapan III.
Cangkir Barista merupakan bagian dari program pengembangan wirausaha kopi yang mencakup peningkatan kompetensi, sertifikasi nasional, dan pendampingan usaha bagi barista.
Capaian barista Papua tersebut menunjukkan bahwa pengembangan UMKM tidak hanya berorientasi pada peningkatan penjualan, tetapi juga penguatan kapasitas dan kompetensi pelaku usaha agar mampu bersaing di tingkat nasional.
KPw BI Provinsi Papua menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang mendukung proses pembinaan dan pendampingan para barista Papua hingga mampu tampil di panggung nasional.
Selain sektor kopi, UMKM binaan KPw BI Provinsi Papua juga berpartisipasi dalam sesi business matching KKI 2026. Kegiatan tersebut mempertemukan pelaku UMKM dengan calon pembeli potensial dari Jepang, Malaysia, Medan, dan Tiongkok.
Business matching membuka peluang bagi produk unggulan Papua untuk memperluas pasar, baik domestik maupun mancanegara. Langkah ini sekaligus memperkuat jejaring bisnis UMKM Papua dengan calon mitra dan pembeli potensial.
Secara nasional, KKI 2026 mencatat penjualan sementara Rp144,2 miliar hingga 22 Agustus 2026, meningkat 46 persen dibandingkan capaian 2025. Sementara itu, business matching ekspor mencapai Rp169,9 miliar, melibatkan 192 UMKM dan pembeli dari 16 negara.
Untuk business matching pembiayaan, nilainya mencapai Rp285 miliar, atau meningkat 30,3 persen dibandingkan rata-rata tiga tahun terakhir.
Data tersebut disampaikan Deputi Gubernur Bank Indonesia Aida S. Budiman dalam Seremoni Penutupan KKI 2026 di JICC Jakarta, Minggu (23/8/2026).
Menurut Aida, KKI tidak sekadar menjadi ruang promosi dan transaksi, tetapi juga bagian dari ekosistem pengembangan UMKM melalui penguatan kapasitas, perluasan akses pasar dan pembiayaan, inovasi, serta penerapan prinsip keberlanjutan.
“Setiap tahun, dengan penuh rasa syukur kami adakan KKI agar UMKM Indonesia bisa terus tumbuh, tangguh, dan berdaya saing,” ujar Aida.
KKI 2026 melibatkan lebih dari 1.860 UMKM dari seluruh Indonesia. Hampir 560 UMKM di antaranya mengikuti kegiatan secara luring dengan menampilkan beragam produk, mulai dari wastra, ready to wear, makanan dan minuman, home decor, hingga karya kreatif generasi muda.
Kegiatan tersebut juga melibatkan 27 kementerian/lembaga dan 34 asosiasi, mitra, industri, perbankan, akademisi, serta pemangku kepentingan lainnya. Dukungan juga datang dari jaringan 46 Kantor Perwakilan Dalam Negeri dan lima Kantor Perwakilan Luar Negeri Bank Indonesia.
KPw BI Provinsi Papua menjadi bagian dari ekosistem tersebut dengan terus mendampingi UMKM binaannya melalui penguatan kapasitas, perluasan akses pasar dan pembiayaan, inovasi, digitalisasi, serta pengembangan usaha berkelanjutan.
Capaian Muhammad Amien Rais Wanggai dan Kevin Andrian Luarmase di Cangkir Barista 2026 sekaligus memperlihatkan potensi pelaku UMKM Papua untuk bersaing di tingkat nasional.
Dengan semangat Beudaya MeusareSare, Berdaya Bersama-sama, capaian tersebut diharapkan menjadi pemacu bagi UMKM Papua lainnya untuk terus meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, dan memperkuat daya saing.
Aida juga mengajak masyarakat mendukung produk UMKM nasional. “Cintai, bangga, dan pakai produk UMKM Indonesia. Karena kalau bukan kita, siapa lagi. Kalau bukan sekarang, kapan lagi UMKM Indonesia menjadi tuan rumah produk Indonesia,” katanya. **













