PAPUAInside.com, JAYAPURA— Seorang tukang ojek yang sehari-harinya beroperasi di Ilaga Ibukota Kabupaten Puncak mengalami penganiayaan dari orang tidak dikenal saat dalam perjalanan menuju Bandara Aminggaru, Kamis (09/06/2022).
Akibat penganiayaan tersebut, korban mengalami luka bacok dan saat ini dalam kondisi kritis di Puskesmas Ilaga.
‘’Kejadiannya hari ini sekitar pukul 13.40 WIT di jalan menuju ke Bandara Aminggaru, kondisinya kritis dan saat ini dalam penanganan medis di Puskesmas Ilaga,’’ terang Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia melalui telepon selularnya.
Kejadian tersebut menurut Kabid Humas Polda Papua Kombes Pol Drs AM Kamal SH diketahui anggota gabungan Polres Puncak setelah mendapat laporan bahwa telah terjadi penganiayaan di Tanjakan Lapar Kampung Kibogolome. Mendapat laporan itu anggota langsung menuju ke TKP.
“Sampai di sana anggota menemukan korban kemudian langsung dievakuasi ke Puskesmas Ilaga untuk mendapatkan perawat,” ujar Kombes Kamal.
Lebih lanjut, Kamal mengatakan, saat ini korban sudah berada di Puskesmas Ilaga dan dalam penanganan oleh dokter secara intensif akibat luka serius yang dialami oleh korban.
“Korban dalam keadaan kritis akibat luka bacok benda tajam di hampir sebagian tubuh korban selain itu kedua tangan korban hancur akibat di aniaya,” katanya.
Kabid Humas menambahkan, saat ini Polres Puncak masih melakukan penyelidikan terkait pelaku yang melakukakan penganiayaan.
“Pelakunya masih didalami dan perlu dikumpulkan keterangan untuk mengetahui dari kelompok mana yang melakukan penganiayaan,” tutup Kombes Pol Ahmad Musthofa Kamal.
Kapolres Puncak mengimbau agar tukang ojek tidak beroperasi di luar Kota Ilaga terkait situasi dan kondisi yang belum kondusif. ‘’Tadi pagi kami masih mengimbau tukang-tukang ojek di Pasar agar tidak mengangkut penumpang ke luar kota,’’ jelasnya.
Tempat pembacokan tukang ojek tersebut kata Kapolres termasuk daerah pinggir kota. Saat ini patroli dalam kota terus dilakukan untuk menjaga situasi tetap kondusif. **














