Oleh: Faisal Narwawan|
PAPUAinside.com, JAYAPURA – Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Jayapura melakukan sidak di Pasar tradisional dan pasar modern yang ada di kota Jayapura, Kamis (22/04/2021).
Kepala BI Perwakilan Papua Naek Tigor Sinaga mengatakan, ada tiga lokasi yang TPID kunjungi, yakni di Pasar Tradisional Hamadi, Gudang Beras Bulog dan Mall Jayapura.
Dari tiga lokasi yang ada, disimpulkan kebutuhan bahan pokok selama Ramadan relatif stabil di Kota Jayapura.
“Telur, daging ayam dan lainnya termasuk beras tetap stabil, hanya saja cabe merah keriting dan cabe rawit merah ada kenaikan,” ujar Naek Tigor Sinaga.
Untuk mengatasi hal ini, TPID Kota Jayapura berencana melakukan kerjasama antar daerah. TPID Kota Jayapura akan mendatangkan kebutuhan bahan pokok untuk memenuhi komuditas yang alami kenaikan harga.
“Kita akan mendatangkan stok cabe di daerah sentra baik dari Sulawesi Selatan ataupun di Jawa Timur. Itu akan kita lakukan segera untuk menstabilkan harga komuditas tersebut di Kota Jayapura dan Papua secara umum,” ungkapnya.
Pihaknya optimis kenaikan sebagian komoditas ini akan aman dan bisa terpenuhi. Apa lagi, kata dia kenaikan harga yang ada hanya temporer karena disebabkan oleh iklim atau cuaca di Papua.
“Pada Januari, Februari dan Maret ini karena gelombang laut dan curhah hujan yang tinggi. Pengaruhnya pada nelayan yang sulit mencari ikan sehingga ada tekanan harga untuk ikan ekor kuning, begitu juga cabai rawit yang alami pembusukan di Keerom,“ ungkapnya lagi.
Selain itu, stok bahan pokok seperti beras dan kebutuhan lainnya disampaikan Naek tetap aman hingga kini.
“Tak menutup kemungkinan operasi pasar yang dilakukan berbagai instansi juga bisa membantu masyarakat melalui paket sembako murah yang didistribusikan. Kami yakin Kota Jayapura dapat melakukan stabilitas harga,” lanjutnya.
Ia mengatakan, TPID Kota Jayapura menerapkan 4 koridor (4 K) dalam menjaga stabilitas harga, yakni keterjangkauan harga, kecukupan pasokan, kelancaran distribusi dan komunikasi yang efektif.
Angka inflasi di Kota Jayapura 3 bulan terakhir disampaikannya menunjukan peningkatan karena disebabkan oleh dua komoditas utama yaitu cabai rawit dan ikan ekor kuning yang sempat melambung harganya.
Sementara, Walikota Jayapura DR. Benhur Tomi Mano meminta agar pasar modern dan pasar tradisional dapat mengontrol harga kebutuhan bahan pokok. Ia tak menginginkan jika tiga hari sebelum Idul Fitri ada kenaikan harga pada sejumlah komuditas bahan makanan di pasar tradisional maupun di pasar modern.
“Kepada para distributor barang jangan menimbun bahan makanan ataupun lainnya selama bulan Ramadan,” ungkap BTM.
Ia mengancam akan ada tindakan tegas jika para distributor sengaja melakukan penimbunan bahan makanan atau barang. TPID Kota akan melakukan kerjasama dengan Satgas Pangan yang ada untuk melakukan operasi atau razia.
“Pemerintah akan terus mengontrok ketersediaan 9 bahan pokok di Kota Jayapura, lebih lagi kita masih dalam menghadapi Covid-19,” ungkapnya lagi. **














