TNI Rakit Mesin Penetas Telur Otomatis untuk Warga Kampung Wonorejo Keerom

Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY menunjunkan cara pengunaan mesin penetas telur otomatis yang dirakit sendiri. (Foto: Dok/Pendam XVII/Cenderawasih)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.com, KEEROM—Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY mengajarkan cara pengunaan mesin penetas telur otomatis, yang dirakit sendiri dan menyerahkan mesin tersebut kepada warga kampung Wonorejo, PIR IV, Distrik Mannem, Kabupaten Keerom, Papua.

Dansatgas Letkol Inf Taufik Hidayat dalam keterangan tertulisnya, Kamis (22/07/2021) mengatakan pihaknya menugaskan Komandan Peleton Satgas Pamtas RI-PNG Yonif Mekanis 512/QY Letda Chb Agung Purnomo, SE, untuk mengajarkan cara beternak ayam dengan inseminasi buatan kepada warga.

Dikatakan inseminasi buatan atau kawin suntik buatan adalah teknik mengawinkan secara buatan dengan memasukan sperma ayam jantan yang telah di encerkan dengan Natrium Klorida (NaCl) fisiologis kedalam saluran reproduksi ayam betina yang sedang berproduksi, sehingga ayam betina dapat bertelur dengan bantuan manusia.

“Penyuluhan tersebut bertujuan untuk memberikan wawasan kepada masyarakat tentang cara berternak unggas dengan hasil yang maksimal,” jelas Dansatgas.

“Dengan cara kawin suntik buatan yang telah diajarkan Dantonkom kami, hasil ternak ayam milik warga akan lebih maksimal,” jelasnya lagi.

Tak hanya mengajarkan kawin suntik saja, terangnya, pihaknya juga mengajarkan cara pengunaan mesin penetas telur otomatis yang dirakit oleh anggota kami sendiri dan memberikan mesin tersebut kepada warga kampung Wonorejo.

Lebih lanjut, Dansatgas mengatakan penyerahan mesin penetas telur otomatis tersebut diharapkan dapat meningkatkan hasil ternak ayam dimiliki oleh warga, sehingga nantinya hasil ternak dapat membantu meningkatkan perekonomian warga Kampung Wonorejo.

“Masyarakat yang hadir dalam kegiatan penyuluhan tersebut sangat antusias ketika mendengarkan penjelasan tentang cara kawin suntik pada ternak ayam dan penggunaan mesin penetas telur otomatis,” kata Dansatgas

Di tempat yang sama, Yunus (45) Kepala Kampung Wonorejo mengapresiasi langkah anggota Pos Kotis atas penyuluhan yang telahdi berikan.

“Kami salut dan sangat berterima kasih kepada Pak Danton yang telah menyempatkan waktunya untuk berbagi ilmu kepada kami, ini menambah wawasan bagi kami dan saya yakin pasti ilmu ini sangat bermanfaat bagi warga kami,” ucap Yunus.

“Saya berjanji akan memanfaatkan mesin penetas telur otomatis dengan sebaik mungkin, kami berjanji mesin yang telah diberikan akan kami rawat dengan baik, semoga apa yang telah diajarkan oleh Pak Danton dapat diikuti dan dapat meningkatkan perekonimian warga di Kampung Wonorejo ini,” tambah Yunus. **