Oleh : Faisal Narwawan|
PAPUAInside.com, JAYAPURA – Evakuasi sorti kedua yang rencananya akan membawa jenazah suster Gabriella Meilan dan warga yang mengamankan diri di Pos Pamtas Kiwirok ditunda hingga Sabtu, (18/09/2021).
Evakuasi menggunakan Heli EC 725 Carakal milik TNI AU itu tidak dapat dilaksanakan karena mengalami gangguan mesin. Selain itu, Kelompok Separatis Teroris (KST) hingga kini masih berupaya mengganggu proses evakuasi jenazah Suster Gabriellaza ke Pos Kiwirok.
“Saat aparat TNI di sana yang berupaya mengevakuasi jenazah juga diganggu Kelompok Separatis Teroris (KST) dengan kontak tembak. Jadi prosesnya pun terkendala, karena saat turun ke jurang mereka malah ditembaki dari seberang, sisi berlawan jurang,” ujar Kapendam XVII/Cenderawasih Kolonel Arm. Reza Nur Patria ditemui wartawan, Jumat (17/9/2021).
Dengan kondisi tersebut Kapendam Reza mengatakan, helicopter juga belum memasuki distrik Kiwirok.
Mengenai informasi adanya gangguan tembakan terhadap heli, ia mengatakan belum bisa memastikan informasi tersebut.
“Sorti kedua tertunda karena memang ada gangguan pada heli dan juga gangguan evakuasi Suster Meilan,” jelasnya lagi.
Ia mengakui, TNI dan Polri telah mempertebal pasukan ke Distrik Kiwirok. Pasukan gabungan tersebut ditugaskan untuk menumpas kelompok Lamek Taplo dan menjaga keamanan di Kiwirok.
“Kalau situasi memungkinkan dan heli dalam kondisi baik kita akan upayakan untuk evakuasi,” tutupnya.
Sebelumnya, TNI berhasil mengevakuasi 9 tenaga medis dan 1 prajurit TNI yang menjadi korban kekejaman di Distrik Kiwirok, Senin (13/09/2021) lalu.
Evakuasi sorti pertama ini berhasil dilaksanakan TNI dari Kiwirok ke Makodam Cenderawasih di Jayapura. Adapun nakes yang berhasil dievakuasi yaitu dr. Restu Pamanggi dalam kondisi patah tangan, Mantri Marselinus Ola Attanila, Mantri Manuel Abi, Mantri Martinus Deni Satya, Mantri Lukas Luji, Mantri Patra, Suster Siti Khodijah, Suster Kartianti Tandila dan suster Christina Sampetonapa beserta Prada Ansyar Yonif 403. **














