PAPUAInside.com, SINAK- Bupati Puncak Willem Wandik,SE,M.Si meninjau lapangan terbang Sinak, untuk melihat sejauh mana perkembangan pembangunan lapangan terbang tersebut sampai tahun 2023, Kamis (27/10/2022)
Dalam kunjungan tersebut, Bupati dua periode ini yang juga kader PDIP ini ditemani Kepala Unit Pelaksana Bandara Udara (UPBU) Ilaga Herman Sujito serta Kapolres Puncak Kompol I Nyoman Punia,S,Sos.
Bandara Sinak pada awalnya merupakan lapangan terbang yang dipergunakan oleh pesawat misionaris berbadan kecil jenis seperti grand caravan, namun sejak wilayah tersebut dimekarkan menjadi kabupaten tersendiri terpisah dari Puncak Jaya maka pembangunan lapter tersebut juga makin ditingkatkan.
Dibawah kepemimpinan Bupati Willem Wandik, sejak 2013 Lapangan terbang Sinak, menjadi prioritas pembangunan bahkan sejumlah lobi ke pemerintah pusat dilakukan sehingga bandara tersebut kini memiliki panjang 1100 meter dan lebar 23 Meter dan direncanakan akan ditambah panjangnya lagi menjadi 1400 meter.
“Bandara sinak memiliki peran penting bagi perkembangan ekonomi di Distrik-Distrik yang berada di tiga Kabupaten, misalnya kabupaten Puncak, Sinak ke Ilaga, dan Sinak ke Mulia bahkan Sinak ke distrik yang bersebelahan dengan kabupaten Lanny jaya,” ungkap kader PDIP ini.
“Jika pesawat berbadan besar seperti ATR sudah masuk di bandara Sinak, maka jangan kaget barang-barang yang mahal, semuanya akan ditekan menjadi harga yang murah,” tambahnya.
Bahkan Kata bendahara DPD PDIP Provinsi Papua ini, jika tidak ada halang melintang, direncanakan tahun 2023, akan ada peningkatan sejumlah fasilitas di Bandara Sinak, misalnya pengaspalan Taxiway apron atau parkiran pesawat serta ruang transit penumpang, dengan shearing anggaran APBD Puncak dan pemerintah pusat.
“Kita akan genjot peningkatan pengaspalan sejumlah fasilitas di Lapter Sinak ini, sehingga tahun 2023 sebelum saya berakhir, pesawat ATR bisa masuk, dan saya puas, masyarakat bisa menikmati kehadiran negara di daerah ini,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kepala Unit Pelaksana Bandara Udara (UPBU) Ilaga Herman Sujito menjelaskan pembangunan Lapangan terbang Sinak memiliki lahan yang cukup luas, sehingga mudah untuk dikerjakan dibanding dengan lapangan terbang Ilaga, untuk diketahui, saat ini panjang lapangan terbang Sinak memiliki panjang landasan 1100 meter dan lebar 23 meter, direncanakan akan diperpanjang lagi hingga 1400 meter, sementara untuk taxi away saat ini mencapai 15 x 65 meter, sedangkan pembangunan tempat parkir pesawat atau apron bandara sendiri untuk tahap satu sudah penimbunan seluas 1, 40 M x 60 M, bisa diperluas sampai 80 M x 100 M,bisa 4- 5 pesawat bisa parkir di apron ini.
“Lapter sinak sama dengan Lapter Wagete, Deyai yang memiliki panjang 1100 dan direncanakan mencapai 1400 meter, sehingga pesawat berbadan besar seperti ATR sudah bisa masuk, karena memiliki daya angkut logistik yang lebih besar, akan sangat membantu masyarakat di Distrik sinak dan sekitarnya,” terangnya.
Sementara itu Kepala suku Sinak, Esman Murib mengaku siap menjaga keamanan pembangunan lapangan terbang Sinak, sebab masyarakat sangat merindukan hadirnya lapangan terbang yang representatif, untuk pesawat berbadan besar, sehingga mengurangi tingginya harga barang.
“Kami siap jaga keamanan, kami minta aspal di Bandara, sampai dengan aspal jalan ke dalam Kota sinak,” harapnya.** (Diskominfo Puncak)














