Tinggalkan Cerita di Pondok Tani Magelang, BUMMA Namblong Serahkan Anakan Merbau dan Matoa

Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA) PT Yombe Namblong Nggua, menyerahkan anakan merbau kepada Pengurus Pondok Tani Magelang, Senin (25/11/2024) lalu. (Foto: Makawaru da Cunha/Papuainside.id)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside, MAGELANG—Badan Usaha Milik Masyarakat Adat (BUMMA) PT Yombe Namblong Nggua, didukung The Samdhana Institute dan Komunitas Menoken, menggelar menoken budidaya vanili di Pondok Tani, Desa Kebonrejo, Kecamatan Salaman, Kabupaten Magelang, Provinsi Jawa Tengah, Senin (25/11/2024) lalu.

Kegiatan ini adalah rangkaian “Menoken Kembali Mula Baku Belajar November 2020-2024” di beberapa lokasi di Jawa, antara lain, Magelang, Batang, Kulonprogo dan Yogyakarta pada 24 November-2 Desember 2024.

Pengurus BUMMA PT Yombe Namblong Nggua menyerahkan anakan merbauatau kayu besi dan matoa kepada Pengurus Pondok Tani Magelang.

Manager Ekowisata BUMMA PT Yombe Namblong Nggua Simon Mangga, mengatakan selain belajar budidaya vanili pihaknya juga membawa cinderamata, berupa anakan merbau dan matoa, untuk Nokeners di Pondok Tani Magelang, yang selanjutnya akan ditanam sebagai tanda yang akan dikenang dari kegiatan menoken di Desa Kebunrejo.

“Kami bawa anakan merbau dan matoa buat nokeners di Pondok Tani Magelang. Jadi kami sudah belajar disini, tapi kami tinggalkan anakan merbau dan matoa, untuk jadi cerita di masa datang,” ujar Simon.  

Simon mengatakan, marbau tumbuh liar di hutan praktis di seluruh wilayah Papua, dimana ada pohon merbau induk di sekitarnya pasti tumbuh merbau.

“Merbau gampang ditanam, tinggal siapkan polybag atau langsung tanam juga jadi,” tukas Simon.  

Simon bilang ia menaman merbau di pekarangan rumahnya sekitar 20 anakan sejak tahun 2015, kini sudah tumbuh tinggi.

“Jadi merbau dia punya pertumbuhan agak lamban, jika tumbuh liar di hutan. Tapi kalau kita tanam di kebun atau di lahan pertumbuhannya cepat,” tutur Simon.  

“Merbau berbuah sekitar 20-30 tahun. Jadi dia punya biji itu seperti petai. Kalau dia sudah tua nanti biji terlepas dari buahnya,” terang Simon.  

Simon menjelaskan, merbau dijadikan balok, papan dan tripleks, untuk bahan bangunan rumah, furniture dan lain-lain.  

Sementara itu, Koordinator The Samdhana Institute Papua, Piter Roki Aloisius menjelaskan, merbau adalah jenis pohon endemik Papua.

“Merbau salah satu jenis pohon yang harganya sangat mahal dan menjadi primadona kayu dari Papua. Sedangkan matoa rasanya manis dan dagingnya tebal,” ujar Roki.

Manager dan Litbang Pondok Tani Magelang, Yudi Setiadi mengatakan, pihaknya segera menanam anakan merbau dan matoa di areal Pondok Tani. “Kemudian nanti kita kasih plakat bahwa ini adalah cinderamata dari nokeners BUMMA Namblong. Jadi kalau ada pengunjung lain, yang datang di tempat kita, maka mereka juga tahu bahwa area itu sudah ada ikatan dengan nokeners BUMMU Namblong,” tukas Yudi.

Sebelumnya, BUMMA PT Yombe Namblong Nggua menyerahkan anakan merbau dan matoa, untuk ditanam di sela-sela rangkaian kegiatan Nyadran Gunung Silurah 2024 di Taman Budaya Silurah, Desa Silurah, Kecamatan Wonotunggal, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, Sabtu (30/11/2024).

Kegiatan penyerahan bibit dan menanam ini juga sekaligus untuk memperingati Hari Menanam Pohon Indonesia (HMPI) 2024, yang diperingati setiap tanggal 28 November.

Turut hadir perwakilan dari berbagai wilayah budaya di Tanah Papua seperti Komunitas Menoken Animha, Komunitas Menoken Saireri, Komunitas Menoken Mee Pago, Komunitas Menoken Domberai, dan Komunitas Menoken Mamta, termasuk   Nokeners Mitra BUMMA dan Nokeners BUMMA Namblong (PT Yombe Namblong Nggua) yang dimiliki Suku Namblong di wilayah budaya Mamta. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *