Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.com, JAYAPURA—Tim Risk Assessment Baharkam Polri menggelar uji kelayakan Stadion Mandala Jayapura sebagai markas Persewar Waropen, untuk lanjutan kompetisi Liga 2 Indonesia.
Pasalnya, PT Liga Indonesia Baru (LIB) mewajibkan meninjau kembali stadion yang menggelar kompetisi kasta kedua tanah air ini, pasca tragedi Stadion Kanjuruhan, Malang.
Tragedi Stadion Kanjuruhan Malang pasca laga Liga 1 Arema FC Vs Persebaya menyebabkan ratusan korban meninggal dunia pada Sabtu (1/10/2022) lalu.
Sebelumnya, Tim Risk Assessment Baharkam Polri meninjau kelayakan Stadion Lukas Enembe, Sentani, Kabupaten Jayapura sebagai markas Persipura Jayapura.
Kabag Ops Polresta Jayapura Kota Kompol MBY Hanafi, SH, SIK, MH ikut menghadiri peninjauan Tim Risk Assessment Dit Pamobvit Koorsabhara Baharkam Polri di Stadion Mandala Jayapura, Senin (9/1/2023).
Tim Risk Assessment dipimpin Kombes Pol Purwoko Yudianto, SIK, SH, MHum selaku Ketua Tim dari Dit Pamobvit Korsabhara Baharkam Polri, didampingi AKBP Dra Ronna Ratulangi, Kompol Aris Manggape dan Drs Karyadi.
Turut hadir Kapolsek Jayapura Utara Kompol Jahja Rumra, S, MH, Kasat Pam Obvit Polresta Jayapura Kota AKP Zahiri, Ketua Panpel Persewar Waropen Frits Ramandey, Kabid Sarpras KONI Papua Benyamin Jansenem dan Manager Stadion Mandala Jayapura Akmar.
Kabag Ops Polresta Jayapura Kota Kompol Hanafi mengatakan, maksud dan tujuan kedatangan Tim Risk Assessment tersebut dalam rangka Implementasi Sistem Penilaian Resiko Pengamanan Penyelenggaraan Kompetisi Olahraga sesuai dengan Perpol Nomor 10 Tahun 2022 dan peraturan lainnya di Indonesia.
Kompol Hanafi menuturkan, selain itu juga guna meninjau kelayakan di Stadion Mandala Jayapura sebagai syarat agar tim tuan rumah dapat melaksanakan pertandingan di kandangnya dan juga sebagai suatu syarat, agar bisa menggelar kembali pertandingan Liga 2 Indonesia.
“Intinya tim telah meninjau kondisi Stadion Mandala Jayapura melalui diskusi bersama dengan penanggungjawab baik via pemeriksaan sarana dan prasarana stadion maupun paparan materi dari pihak stadion maupun penyelenggara pengamanan dari kami pihak Polri,” ujarnya.
Mantan Kasat Reskrim Polres Mimika ini juga menambahkan, dari mulai luar stadion hingga di dalam lapangan, baik tribun maupun ruang-ruang yang ada semua diperiksa kelayakannya oleh tim, semua hal tersebut dilakukan bertujuan, agar menghindari resiko-resiko fatal akibat kerusuhan di stadion seperti yang pernah terjadi di Kanjuruhan.
“Semua ini bertujuan untuk mewujudkan kelancaran dan keamanan saat pertandingan berlangsung agar semuanya bisa berjalan tertib sesuai SOP yang berlaku didalam aturan yang diberlakukan,” tutup Kompol Hanafi. **














