Tetangga Meninggal karena Kekurangan Darah, Evert Yudha Prasetya Wenehen Berjanji Jadi Pendonor Seumur Hidup

Evert Yudha Prasetya Wenehen menerima piagam penghargaan dari PMI Papua usai mendonorkan darah sebanyak 87 kali sejak 1986, dalam aksi donor darah HUT PMI ke-80 di SIP Azana Hotel Jayapura, Rabu (24/9/2025). (Foto: Papuainside.id/Makawaru da Cunha)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAINSIDE.ID, JAYAPURA—Sebuah pengalaman pahit di masa muda membuat Evert Yudha Prasetya Wenehen bertekad menjadi pendonor darah seumur hidup.

Pada 1986, ia menyaksikan langsung tetangganya meninggal dunia, karena kekurangan darah saat menjalani operasi. Sejak saat itu, ia berjanji untuk membantu siapa pun yang membutuhkan dengan caranya yakni mendonorkan darah.

Empat dekade berlalu, Evert kini sudah 87 kali mendonorkan darah. Ketekunannya membuat pria kelahiran Manokwari, 12 Desember 1968 itu, mendapat piagam penghargaan dari PMI Papua pada acara aksi donor darah memperingati HUT ke-80 PMI yang digelar di SIP Azana Hotel Jayapura, Rabu (24/9/2025).

“Sejak itu hati saya tergugah untuk menjadi pendonor sukarela. Sampai sekarang, saya sudah 87 kali mendonor. Selama tubuh masih kuat, saya akan terus donor. Rasanya sudah seperti panggilan hati,” tutur Evert, yang kini tinggal di Waena bersama istri, Sarma Sitompul, dan dua anaknya.

Bagi Evert, donor darah bukan hanya bentuk kepedulian kepada sesama, tapi juga bermanfaat menjaga kesehatan dirinya.

Ia bahkan mendorong PMI agar lebih aktif melakukan pendekatan langsung ke masyarakat.

“Kalau hanya menunggu orang datang ke kantor PMI, sulit. Dengan jemput bola ke mesjid, gereja, vihara, pura maupun komunitas, lebih banyak orang akan tergerak,” ucapnya.

Kini, ia menargetkan bisa menembus 100 kali donor demi mendapatkan penghargaan dari PMI Pusat.

“Selama Tuhan beri kesehatan, saya akan terus mendonor,” tegasnya.

Selain Evert, lima pendonor darah sukarela lainnya yang mendapat penghargaan pada momen tersebut adalah Sudarisman, Muhammad Rifai, Rudi Hasudungan Rajagukguk, Raflus Doranggi, dan Sasmito. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *