Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAInside.com, JAYAPURA—Ricky Ham Pagawak (RHP) secara aklamasi terpilih sebagai Ketua Umum Persatuan Tinju Amatir (Pertina) Papua masa bhakti 2020-2024, saat Musyawarah Provinsi (Musprov) di Aula Kantor KONI Papua, Dok V, Jayapura, Jumat (20/11/2020).
RHP mengatakan, ia mengajak seluruh pengurus dan pelaku tinju bekerja keras lagi, untuk bersama mengembalikan kejayaan tinju Papua seperti di era 1980-1990 silam,” ujar RHP kepada wartawan, Jumat, (20/11/2020).
Sebagaimana diketahui, kontingen tinju Papua di era tahun 1980-1990 tak pernah absen mempersembahkan medali emas di setiap PON, seperti yang dilakukan para legenda tinju Papua macam Benny Maniani, Carol Renwarin, Valen Hurulean, Marten Sada, Loedwijk Akwan. Selanjutnya petinju-petinju muda Charles Yeristouw , Tepi Wanggai ayah kandung Manu Wanggai, Sepi Karubaba, Willem Krar dan Agus Souisa.
Menurutnya harus ada semua dukungan dari semua pihak lebih khusus para senior-senior yang pernah menjadi petinju, pelatih bahkan wasit.
“Saya mengajak semua kami siap mengembalikan masa jaya tinju, sebagaimana di era tahun 1980-1990 orang Papua pernah berjaya dengan medali emas di setiap PON,” katanya.
Untuk itu, terang Bupati Mamberamo Tengah dua periode ini menyatakan siap mengembalikan kejayaan Papua dan lebih khusus dunia tinju.
Menurutnya, agenda utama Pertina Papua kedepan adalah rencana jangka pendek dan jangka panjang. Jangka pendek Pertina Papua dihadapkan dengan persiapan PON XX, yang tertunda akibat pandemi Covid -19 tahun ini diundur ke tahun 2021.
“Dengan waktu yang ada kami akan kunjungi atlet PON yang sementara ini sedang melakukan training center (TC), yang sedang berjalan, yang dilakukan Pertina Papua dan KONI Papua. Kita akan melihat persiapan mereka,” tuturnya.
Dikatakan, pihaknya akan melihat perkembangan atlet tinju Orang Asli Papua (OAP). Kalau memang atlet tinju OAP masih kurang, maka ia minta dukungan dari mantan-mantan atlet tinju yang ada, untuk meningkatkan kemampuan dan prestasi atlet tinju OAP.
RHP pun mematok target tinggi pada Cabor tinju yang akan dipertandingkan di PON XX 2021. Dimana dari 17 Nomor ia mematok target 15 medali emas.
Hidupkan Kembali Sasana Tinju
Sementara itu, Sekretaris Umum KONI Papua Kenius Kogoya mengharapkan Pertina Papua harus lebih hidup dibawa kepemimpinan RHP.
Oleh karena itu, tukas Kenius, Pertina Papua kedepan harus membuat turnamen, untuk menghidupkan sasana-sasana tinju yang ada di semua kabupaten/kota serta pembinaan terus berjalan.
“Kalau semua sasana yang ada dan kembali dihidupkan lagi, maka sudah tentu akan banyak bakat dan talenta-talenta muda dan potensi atlet di Papua yang tak akan pernah habis-habisnya. Terutama pembinaan terhadap pelatih- pelatih lokal di kabupaten/kota,” terangnya.
Pasalnya, sehebat apa pun atlet taka da gunanya tanpa didampingi para pelatih. Kelemahan Papua hingga kini praktis di semua Cabor itu lemah di bidang Sumber Daya Manusia (SDM) di kabupaten/kota di seluruh Papua.
Reorganisasi Kepengurusan
Ketua Harian Pertina Papua Gidion Dodop, yang mewakili Ketua Umum Pertina Papua Klemen Tinal SE, MM periode sebelumnya, mengatakan Musprov Pertina Papua ini seharusnya dilaksanakan 2019 lalu. Namun, karena pertimbangan pelaksanaan PON XX tahun 2020 tertunda ke 2021, maka diperpanjang kepengurusannnya sampai dengan selesai PON XX.
Ia menjelaskan pemilihan Ketua Umum Pertina Papua masa bhakti 2020-2024 wajib dilaksanakan. Kalau tak dilaksanakan, maka otomatis atlet tinju PON Papua, sesuai AD/ART tak berhak mengikuti setiap kegiatan yang dilakukan KONI Pusat.
“Itu konsekuensinya, itu penting Musprov Pertina Papua ini kita melakukan reorganisasi kepengurusan Pertina Papua. Selama ini kenapa Pertina tak berjaya lagi, hari ini kita harus tetapkan pengurus baru, supaya Pertina Papua bisa berjaya lagi,” tandasnya.
Lanjutnya, saat ini atlet tinju Papua yang disiapkan sebanyak 22 atlet dari 17 nomor untuk PON XX tahun 2021.
“Kita harapkan tinju bisa menjadi cabor yang dapat menyumbangkan medali terbanyak. Momentum PON ini tak akan terulang lagi kita sebagai tuan rumah. Tinju harus menjadi pionir, untuk menghadirkan prestasi olahraga Papua di PON XX,” bebernya. **














