Oleh: Faisal Narwawan I
PAPUAinside.id, JAYAPURA–Black box atau kotak hitam SAM Air PK- SMW tak berhasil ditemukan. Tim SAR Gabungan telah menyatakan black box tersebut hilang dan diputuskan, untuk tidak melakukan pencarian. Padahal Black Box itu sangat penting untuk mengetahui penyebab jatuhnya SAM Air.
Kasiops Basarnas Jayapura Marinus Ohoirat mengatakan, Tim SAR Gabungan telah ditarik dari lokasi jatuhnya Sam Air.
Penarikan dilakukan menggunakan Heli Bell Intan Angkasa dan Heli Caracal Milik TNI AU. Penjemputan dilakukan sekitar pukul 7. 00 WIT dan berhasil membawa seluruh Tim SAR kembali ke Wamena pukul 9.47 WIT.
“Tim pertama menjemput 8 orang dan heli kembali lagi ke LKP untuk menjemput 4 personil lain. Total 12 personil telah tiba di Bandara Wamena dalam keadaan sehat,” ungkap Ohoirat.
Seperti diketahui, 12 personil terdiri 6 personel Basarnas dan 6 dari Kopasgat masih berada di lokasi setelah mengevakuasi jenasah ke bandara Wamena dan diterbangkan ke Bandara Sentani.
“Kami mengucapkan terimakasih kepada pilot Helli Bell Intan Angkasa Capten Pilot Adi, Pilot Helli Caracal Mayor Penerbang Arif beserta Crew, TNI, Polri, Kabandara Wamena dan seluruh tim yang terlibat dalam proses evakuasi pesawat SAM air ini. Tuhan Yang Maha Esa akan membalas semua kerja keras ini,” ungkap Ohoirat dalam keterangan tertulis Humas SAR Jayapura, Rabu (28/6/2023).
Diketahui SAM Air PK-SMW jatuh sekitar 12 Km dari arah Bandar Udara Elelim menuju Poik, Distrik Welarek Kabupaten Yalimo, Papua Pegunungan.
Pesawat Grand Caravan milik PT Semuwa Aviasi Mandiri/PK-SMW dipiloti Hari Permadi hilang kontak setelah take off dari Bandara Elelim menuju Airstrip Poik, Kabupaten Yalimo, Provinsi Papua Pegunungan, Jumat (23/6/2023) sekitar pukul 11.00 WIT. Selanjutnya pesawat ditemukan jatuh di Pegunungan Yalimo.
Pesawat Caravan milik PT Semuwa Aviasi Mandiri/PK-SMW, dengan Captain Pilot Hari Permadi dan Co Pilot Levi Murib dan empat penumpang yakni, Bartolomeus (34), Ebeth Halerohon (29), Dormina Halerohon (17) dan Kilimputni (20). Keenam orang tersebut dinyatakan meninggal dunia dalam peristiwa tersebut.
Saat ini, Tim DVI Polda Papua tengah berupaya mengidentifikasi keenam jenazah menggunakan metode tes DNA. Hal ini dilakukan, karena kondisi jenazah dinyatakan dalam keadaan terbakar, sehingga sulit diidentifikasi menggunakan data primer, baik rekam gigi maupun sidik jari. **














