Sumule Tumbo Dilantik Sebagai Pj Bupati Jayawijaya

Pj. Gubernur Provinsi Papua Pegunungan, Velix Vernando Wanggai, mendatangani berita acara pelantikan, usai melantik Sumule Tumbo sebagai Pj. Bupati Jayawijaya. (Foto: Vina Rumbewas/Papuainside.id)

Oleh: Vina Rumbewas  I

PAPUAinside.id, WAMENA – Penjabat (Pj) Gubernur Provinsi Papua Pegunungan, Velix Vernando Wanggai resmi melantik Sumule Tumbo sebagai Pj Bupati Jayawijaya di Hotel Grand Baliem, Wamena, Selasa (19/12/2023).

Turut hadir jajaran pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Papua Pegunungan maupun Pejabat di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab)  Jayawijaya.

Dalam sambutannya, Pj Gubernur Papua Pegunungan menyampaikan selamat kepada pj. bupati yang baru dilantik.

Menurutnya, hal ini menjadi bagian konsolidasi internal pemerintahan baik tingkat provinsi maupun di kabupaten/kota.

Ia juga menitipkan pesan kepada pj. bupati yang baru dilantik, untuk memperhatikan penataan kota Wamena yang di tahun 2023 ini telah memasuki usia 67 tahun.

“Sebagai ibu kota banyak konsekwansi dalam menjalankan sentra pelayanan pemerintahan, sehingga membutuhkan penataan kota sebagaimana ibu kota provinsi. Penataan kota Wamena kabupaten Jayawijaya tentu menjadi kebutuhan yang mutlak dan prioritas dari penjabat bupati Jayawijaya,” tuturnya.


Pj Bupati Jayawijaya, Sumule Tumbo dan jajaran pejabat di lingkungan Pemkab Jayawijaya berpose bersama, usai pelantikan di Hotel Grand Baliem, Wamena, Selasa (19/12/2023). (Foto: Vina Rumbewas/Papuainside.id)

Lanjut Wanggai, dinamika yang terjadi dalam konteks sosial, relasi masyarakat dan politik jadi hal penting.

“Hal ini tentu tidak hanya menjadi tugas Pemprov Papua Pegunungan, tapi juga menjadi tugas pj. bupati Jayawijaya yang menjalankan peran strategis, untuk menjalankan konsolidasi sosial, politik, kulturan di dalam masyarakat,”katanya.

Wanggai juga berpesan kepada pj. bupati yang baru dilantik untuk membangun dialog dan komunikasi dengan para tokoh agama dan masyarakat yang beragam menjadi hal yang sangat penting sebagai persyaratan dalam melaksanakan kebijakan dan lainnya.

“Dalam konteks filosofi nuansa kualitas di Tanah Papua, Wamena, Kabupaten Jayawijaya juga menjadi jantung Papua, sehingga menjadi hal penting menjaga kualitas nuansa kerohanian sehingga ada rasa damai, dan nyaman bagi saudara-saudara kita pemilik tanah Jayawijaya. Kami berharap bapak pj. bupati Jayawijaya terus melakukan konsolidasi sosial, birokrasi, politik dan konsolidasi kuntural untuk  menjadi dasar langkah kedepan,” pungkasnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *