Oleh: Makawaru da Cunha I
PAPUAinside.id, WAMENA—Suku Nduga dan Suku Lany Jaya, akhirnya menandatangani surat pernyataan perdamaian, pasca perang suku.
Penandatangan surat pernyataan perdamaian berlangsung di Kampung Elekma, Distrik Napua, Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua Pegunungan, Sabtu (5/10/2024).
Perang suku kedua kubu ini dipicu kasus dugaan perselingkuhan pasangan suami istri dari kedua suku sejak Sabtu (28/9/2024).
Akibatnya, sejumlah korban meninggal dunia dari Suku Lany Jaya dan sejumlah rumah penduduk hangus terbakar.
Turut hadir sekitar 500 orang, termasuk Pj Bupati NdugaElay Giban, Kapolres Nduga AKBP Visensius Jimmy Parapaga, SIK, Dandim 1706/Nduga Letkol Inf Saeri, SE, MM, tokoh adat dan masyarakat setempat.
Acara diakhiri upacara patah panah sekaligus penyerahan secara simbolik bantuan uang duka kepada keluarga korban meninggal dari Suku Nduga, yang diserahkan langsung Pj Bupati Nduga,Elay Giban.
Elay menyatakan komitmen pemerintah untuk membantu keluarga korban dan mengklarifikasi jumlah rumah yang terbakar. **














