PAPUAINSIDE. ID, NABIRE— Suasana haru mewarnai acara penyerahan 80 unit box container tempat berjualan oleh PJ Gubernur Papua Tengah Dr. Ribka Haluk, S.Sos., MM kepada mama-mama OAP pedagang pinang dan noken di Nabire, Sabtu (03/02/2024).
Mama-mama tidak bisa menahan rasa haru dengan menitikan air mata ketika menerima bantuan tersebut.
Mama-mama merasakan perhatian pemerintah yang nyata dan langsung dirasakan. Selama ini Mama-mama menjual noken atau pinang di pinggir jalan beralaskan terpal atau plastic dan menggunakan payung untuk berteduh dari sengatan matahari.
Kini dengan bantuan pemerintah Provinsi Papua Tengah, Mama-mama bisa bejualan di tempat yang teduh tanpa harus takut siraman air hujan maupun teriknya matahari. Box Kontainer berukuran 3×2 ini menjadi solusi dari masalah yang mereka hadapi selama ini.
Flora Nawipa salah seorang penerima box container mengatakan bantuan ini adalah jawaban dari doanya selama ini. ‘’Bantuan yang diberikan Mama Gubernur merupakan jawaban terhadap doa saya selama ini. Terima kasih Mama Gubernur,’’ ujar Flora.
Flora mengaku bahwa selama ini selalu kesal karena sering mendapat sindiran sebab sebagai anak seorang perintis tetapi berjualan di pinggir jalan sehingga menimbulkan kesan bahwa pemerintah tidak memberikan perhatian. ‘’Selama ini saya kesal kepada pemerintah karena sering dicemoh. Saya ini anak seorang penrintis. Orang sering menyampaikan, kenapa tidak ada pemerintah memperhatikan kamu. Namun, saya hanya bisa diam dan berdoa. Dan hari ini Tuhan menjawab doa “Flora” berkat kehadiran Mama Gubernur,” tuturnya.
Flora merasa bahagia berkat kehadiran Pemerintah Provinsi Papua Tengah yang dimekarkan dari Provinsi Papua. Ia berkeyakinan pemerataan pembangunan akan terjadi dan berkeadilan.
“Apa yang dirintis oleh orang tua kami kini telah berbuah hasil, jalan-jalan telah bagus dan fasilitas publik mulai dibangun. Kini “Flora” sudah tidak lagi kehujanan dan kepanasan dalam berjualan. Walau bantuan ini sederhana, namun bagi kami para pedagang tentu sangat berarti,” katanya.
Begitu juga Mama Letrince Weror, ia sebagai masyarakat yang tinggal di pesisir Nabire, menyuarakan curahan hati mama-mama pesisir atas perhatian PJ Gubernur terhadap para penjual pinang dipinggir jalan.
“Selama ini kami berjualan tanpa ada penghalang debu dan panas teriknya matahari. Saat ini kami bisa berjualan dengan nyaman, bahkan hasil dagangan yang belum terjual bisa kami simpan di box kontainer, ketika kami hendak pulang kerumah,” jelasnya.
Ia tidak ingin ada yang menilai bahwa bantuan ini hal yang biasa. Sebab, pagi para pedagang mama-mama Papua rumah jualan ini sangat berarti.
“Kami ini berjualan dipinggir jalan dan ini adalah doa kami setiap hari, agar ada bantuan rumah jualan bagi kami yang layak. Semoga bantuan ini tidak terhenti dan Mama Gubernur bisa mendatangi dan melihat hasil rajutan pengerajin tas noken dan penjual pinang,” pungkasnya.
Sementara itu, seorang petani kopi Elimer Tekege yang mendapat bantuan mesin Grinder dan Sangrai Kopi untuk kelompok tani di Deiyai mengatakan bantuan mesin alat pertanian untuk kopi terakhir kali diterima dari pemerintah sejak tahun 1980an. Sehingga, bantuan ini menjadi salah satu yang berarti bagi para petani kopi.
“Kopi Kami Moenamani sudah sangat terkenal. Namun, berbeda dengan kenyataan kehidupan kami para petani. Bahkan produktifitasnya sudah tidak lagi baik. Kami berkeyakinan atas perhatian pemerintah ini, kedepan kami akan kembali menduniakan Kopi Moenamani,” katanya.
Ia menceritakan kendala bagi para petani kopi di Deiyai khususnya, yakni kurangnya keberadaan pupuk, teknologi dan minimnya lahan pertanian yang dibuka. Selain itu masih banyak para petani yang belum produktif dalam bertani.
“Besar harapan kami, bantuan-bantuan ini tidak berhenti. Kami perlu perhatian pemerintah khususnya dalam membuka lahan dan juga pendampingan. Keberadaan Kopi Moenamani harus dikembalikan,” katanya. **














