PAPUAInside.id, KOTA BATU- Pagi masih berbalut kabut pada Selasa (06/06/2023) saat bus yang membawa rombongan jurnalis dari Kota Jayapura menyusuri Kota Malang menuju Kota Batu salah satu pusat agrobisnis di Provinsi Jawa Timur.
Pagi itu rombongan jurnalis berkunjung ke Gapoktan Mitra Arjuna yang selama ini menjadi binaan Bank Indonesia KPw Malang sejak tahun 2011.
Bank Indonesia KPw Papua mengajak 18 jurnalis yang mengikuti capacity building (5-6 Juni 2023) di Malang berkunjung ke Gapoktan Mitra Arjuna dengan harapan bisa menulis cerita yang menginspirasi dan memberi semangat kepada Gapoktan di Papua dalam berusaha agar tidak mudah menyerah, focus serta membangun jaringan.

Raymond Samora selaku Kepala Tim Implementasi KEKDA Bank Indonesia Perwakilan Papua menjelaskan keberhasilan Ir Luki Budiarti mengelola Gapoktan Mitra Arjuna menjadi alasan BI KPw Papua mengajak jurnalis berkunjung dan mendengar langsung kisah suksesnya.
Topografi Kota Batu juga hampir sama dengan banyak wilayah dataran tinggi di Papua yang subur, berhawa sejuk dan cocok untuk pertanian.
Kota Batu dulunya menjadi bagian adminstrarif dari Kota Malang tetapi pada tahun 1993 resmi menjadi wilayah tersendiri menjadi Kota Batu.
Ketua Gapoktan Mitra Arjuna Luki Budiarti adalah se]eorang arsitek yang kemudian berhenti dari perusahaan tempat dia bekerja karena krisis moneter yang melanda Indonesia tahun 1998. Saat itu Luki muda mengalami dilema, disatu sisi dia seorang insinyur tapi di sisi lain dia sekarang menjadi pengangguran.
Luki kemudian meninggalkan status kesarjaannya lalu memulai usaha dengan menjual apel di sekitar kawasan wisata. ‘’Saya melihat teman yang hanya lulus SD bisa membangun rumah bagus hanya dengan berjualan apel, lah saya yang sarjana ini menjadi pengangguran,’’ kisahnya.
Luki lalu mengikuti kurus Bahasa Jepang, di tempat kursus itu berkenalan dengan seorang warga Jepang yang menjadi pengajar dan mengajaknya menjadi mitra bisnis eksport umbi bunga hias sandersonia aurantince.

Dari tidak punya pengalaman soal eksport, Luki terus belajar dan akhirnya memiliki perusahaan bahkan tidak hanya mengeksport umbi bunga tetapi juga ubi ungu.
Luki kemudian terus membangun jejaring bisnis sehingga saat ini memiliki banyak usaha. Selain menjual hasil pertanian seperti cabai, kentang, paprika, jagung, bawang putih, sayuran, kopi, bunga hias, juga menjual hasil olahan pertanian tersebut berupa kripik, minuman segar.
Di kantornya yang menjadi pusat bisnis, Gapoktan Mitra Arjuna terdapat outlet untuk menjual cemilan hasil olahan pertanian, ada kripik brokoli, jamur, bunga kol, bawang bombay, cabe, paprika, kentang, apel, dan lainnya, juga ada bunga hias, bibit bunga, bunga potong serta jus segar seperti apel dan jeruk nipis.
Juga ada kafe yang menjual kopi hasil kebun Gapoktan Mitra Arjuna.
Apa kunci keberhasilannya? Di hadapan 18 jurnalis Luki mengungkapkan kalau berusaha harus focus, tekun, tidak terpengaruh pandangan pesimis dari orang lain, membangun jejaring, mengikuti perkembangan bisnis dan tak kalah pentingnya tertib administrasi.

Dalam ruangan yang difungsikan sebagai tempat pertemuan berjejer berbagai piagam, piala, plakat penghargaan yang sudah diterima Gapoktan Mita Arjuna, juga terpajang rapi dalam lemari bundelan-bundelan yang berisi admintrasi kantor.
‘’Jika ada cerita-cerita pesimis atau pandangan-pandangan meremehkan dari orang lain, acuhkan saja, tetap focus pada usaha, tidak pantang menyerah, kalau belum berhasil di coba lagi, pasti ada hasil. Rajin bangun jejaring, terus belajar dari pengalaman, mengikuti perkembangan untuk kemajuan usaha,’’ jelasnya.
Imam Hanafi, Ketua II Gapoktan Mitra Arjuna menjelaskan soal pemasaran yang banyak ditanyakan pengunjung. Bahwa pasar itu tidak sulit asalkan punya jejaring dan memanfaatkan teknologi. ‘’Sekarang kita bisa berjualan lewat internet, ada banyak media sosial yang bisa dimanafaatkan, juga banyak tersedia aplikasi untuk berjualan di media sosial, kita manfaatkan teknologi itu. Kita juga harus rajin mengikuti banyak pertemuan, pameran-pameran, menawarkan produk ke banyak orang, misalkan saat ada kegiatan di kampus, kita bawa produk lalu ditawarkan ke teman-teman, dari situlah kita akan mendapatkan pasar. Intinya kreatif dan inovatif.
Keberhasilan Luki Budiarto mengelola Gapoktan Mitra Arjuna diharapkan menjadi spirit bagi banyak orang khususnya petani di Papua untuk maju dan berkembang, yang tujuannya mensejahterahkan masyarakat.

‘’Ke depan BI KPw Papua bisa mengajak Ibu Luki datang ke Papua untuk membagi kisah suksesnya atau kami membawa para petani ke sini untuk melihat langsung kegiatan Gapoktan Mitra Arjuna dengan harapan bisa menjadi contoh dan mengikuti keberhasilannya,’’ terang Raymond Samora.
Dalam kunjungan itu Bank Indonesia KPw Papua menyerahkan cindera mata berupa uang pecahan Rp.10 ribu bergambar Pahlawan Nasional asal Papua, Frans Kaisepo yang diserahkan secara simbolis oleh Raymond Samora mewakili Kepala Bank Indonesia Perwakilan Papua dan diterima Luki Budiarti didampingi Imam Hanafi. **














