Soal Ancaman Boikot Pemilu 2024, Ini Penegasan BMP RI

Tokoh Adat Papua, Max Ohee bersama para pemuda yang tergabung dalam Barisan Merah Putih (BMP) RI, saat menyampaikan penyataan sikap. (Foto: Istimewa)

Oleh: Faisal Narwawan  I

PAPUAinside.id, JAYAPURA—Tokoh Adat Papua Max Ohe, menegaskan jika ada kelompok atau pihak yang memboikot Pemilu 2024, sebenarnya merekalah yang membodohi masyarakat Papua bahkan merugikan diri sendiri.

Max Ohe menegaskan karena memang faktanya, Pemilu 2024 ini untuk orang Indonesia, Papua, baik tua, muda, dan perempuan semua sudah melibatkan diri dan maju sebagai caleg DPR baik kabupaten, kota, provinsi maupun pusat. Tentunya ini dilakukan demi masa depan Papua yang lebih baik di masa depan.

“Itu namanya orang bodoh, kalau tidak menggunakan haknya untuk ikut pemilu, karena dengan menentukan pilihan, maka ikut serta memajukan masyarakat Papua,” kata Max Ohee, bersama kelompok pemuda yang tergabung dalam Barisan Merah Putih (BMP) RI melalui Siaran Pers, Sabtu (10/2/2024).

Oleh sebab itu,  ia mengajak semua elemen masyarakat memanfaatkan  momentum pemilu 2024 dengan sebaik-baiknya.

“Kita harus menumbuhkan semangat, untuk menjemput kesejahteraan. Jika dianalogikan, kita harus mampu membangun sebuah jembatan, agar anak/cucu kita tidak lagi bersusah payah berenang menyeberangi lautan,”  jelas Max Ohee lagi.

Sebagai tokoh adat,  ia pun minta kepada seluruh masyarakat Papua untuk tidak terprovokasi kelompok-kelompok, yang tidak bertanggungjawab.

“Saya menegaskan bahwa provokasi menolak pemilu merupakan aksi sepihak yang dilakukan demi kepentingan pribadi, padahal yang saat ini dibutuhkan adalah upaya nyata untuk kepentingan bersama,” jelasnya.

Ia memandang  pihak yang menolak dilaksanakannya pemilu adalah kelompok yang tidak pernah memiliki kontribusi, mereka adalah penghambat bagi kemajuan Papua.

“Padahal ketika kemajuan itu terjadi, kelompok-kelompok tersebut juga akan ikut menikmatinya. Faktanya kan demikian,” tambahnya lagi.

“Jadi saya selaku tokoh adat bersama pemuda meminta kepada kelompok atau pihak yang mengancam memboikot pemilu ini, agar stop atau hentikan provokasi yang merugikan orang lain dan masa depan generasi Papua yang akan datang,” tutupnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *