SLB Negeri 1 Jayapura Kekurangan Guru, 7 Orang Segera Pensiun

Kepala SLB Negeri 1 Jayapura, Kamino, SPd, MM. (Foto: Dok/SLB Negeri 1 Jayapura)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.id, JAYAPURA–Sekolah Luar Biasa (SLB) Negeri 1 Jayapura tengah mengalami masalah kekurangan guru. Jika tak segera diatasi, maka berimbas pada terhambatnya Proses Belajar Mengajar (PBM) di salah-satu sekolah berkebutuhan khusus di Provinsi Papua ini.

Kepala SLB Negeri 1 Jayapura, Kamino, SPd, MM, ketika dikonfirmasi, Kamis (1/2/2024), menjelaskan SLB Negeri 1 Jayapura memiliki jumlah guru dan Komite Sekolah 18 orang, laki-laki 7 orang dan perempuan 11 orang, guru ASN 11 orang, laki-laki 3 dan perempuan 8 orang, guru honor 7 orang, laki-laki 4 orang dan perempuan 3 orang.

Meski demikian, ujarnya, sejumlah guru tengah memasuki Masa Persiapan Pensiun (MPP). Masing-masing 2 orang di tahun 2024, 2 orang di 2025, 3 orang di 2026, dan 2 orang di 2027. Sisa ASN 2 orang.

Menurutnya, SLB Negeri 1 Jayapura akhir tahun 2023 mendapat tambahan pegawai CPNS sebanyak 5 orang, namun kualifikasi pendidikannya bukan guru melainkan penelaah teknis kebijakan dan tenaga administrasi.

Padahal, tuturnya, SLB Negeri 1 Jayapura yang memiliki jumlah 200 siswa, sedangkan pengajar idealnya 36 orang.

Penyusunan Perencanaan Kinerja Guru dan Kepala Sekolah SLB Negeri 1 Jayapura. (Foto: Dok/SLB Negeri 1 Jayapura)

Kamino menerangkan pihaknya terus berupaya mencari solusi, untuk mengatasi kekurangan guru, yakni dengan memberdayakan 5 orang penelaah teknis kebijakan dan tenaga administrasi, untuk mengisi kelas-kelas yang kosong.

“Kami bekali mereka cara, untuk memberikan pembelajaran, pembinaan dan pelayanan, karena SLB berbeda dengan sekolah umum atau sekolah reguler,” tandasnya.

Dikatakan pihaknya telah menyampaikan kepada Dinas Pendidikan Provinsi Papua, untuk perekrutan guru khusus.

“Kami berharap segera dilakukan perekrutan guru, karena siswa sangat membutuhkan pelayanan guru-guru, yang memiliki kapabilitas, kapasitas dan kompetensi,” tukasnya.

Menurut Kumino, pihaknya pun telah menyampaikan kepada orang tua siswa dan Komite Sekolah terkait masalah ini.

“Komite Sekolah memberikan kontribusi, untuk membayar honor 3 orang yang kami rekrut,” tegasnya. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *