Oleh: Nethy DS|
PAPUAInside.com, JAYAPURA— Selama empat hari (21 Mei- 25 Mei 2020) 2200 warga Saireri yang ada di Jayapura mengikuti rapid test sebelum kembali ke kabupaten asal.
Warga saierri yang di rapid ini adalah warga yang datang dari beberapa kabupaten di wilayah Saireri ke Jayapura menghadiri beberapa acara dan sampai saat ini belum bisa kembali karena adanya penutupan jalur transportasi dari dan ke Papua serta antar wilayah dalam Provinsi Papua untuk memutus rantai penyebaran covid-19.

‘’Warga Saireri ini sebelum kembali ke kabupaten asal salah satu persyaratan adalah sehat dan bebas dari covid-19,’’ terang Yamamoto Sasarari Koordinator III PE Satgas Covid-19 Provinsi Papua saat dihubungi PAPUAInside.com, Senin (25/05/2020).
Dari 2200 yang ikut rapid test, 34 diantaranya reaktif. ‘’Yang reaktif ini akan diambil sample swabnya di Badan Diklat Provinsi Papua, Selasa (26/05/2020),’’ jelasnya.
Menurut Yama, pelaksanaan rapid test berlangsung di Asrama Biak Jayapura oleh Dinas Kesehatan Provinsi Papua dan dihadiri tokoh-tokoh asal Saireri anggota DPR Papua, anggota MRP (Majelis Rakyat Papua) dan tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh-tokoh pemuda. ‘’Beliau-beliau yang hadir dalam kegiatan tersebut Bapak Boy Markus Dawir atau BMD, Pak Nason Uty, Pak Yulianus Rumbairusi ketiganya anggota DPR Papua, Ibu Yuliana Waromi Sekwan DPR Papua, Pak Edison Tanati anggota MRP, Pak Markus Kayoi, tokoh-tokoh masyarakat dan tokoh-tookh pemuda Saireri di Jayapura,’’ jelasnya.
Pelaksanaan rapid test ini atas kerjasama para tokoh-tokoh asal Saireri itu untuk menjaga warga tetap sehat dan tidak terpapar covid-19. ‘’Inisiatif tokoh-tokoh asal Saireri dan semua logistik rapid dan pelaksanaan rapid dari Pemprov Papua melalui Dinas Kesehatan Provinsi Papua,’’ jelasnya.
Dalam waktu dekat warga Saireri yang sudah mengikuti rapid test dan non reaktif akan kembali ke kabupaten asal. **














