Satgas TNI Bersama Warga Bongkar Gereja Lama Mahanaim Keerom

Satgas Pamtas RI-Papua New Guinea (PNG) Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Yetti bersama warga membongkar bangunan lama Gereja Mahanaim, Kampung Yetti, Arso Timur, Keerom. (Foto: Dok/Pendam XVII/Cenderawasih)

Oleh: Makawaru da Cunha  I

PAPUAinside.com, KEEROM—Satgas Pamtas RI-Papua New Guinea (PNG) Yonif Mekanis Raider 413 Kostrad Pos Yetti bersama warga Kampung Yetti, Distrik Arso Timur, Kabupaten Keerom, menggelar kerja bakti pembongkaran bangunan lama Gereja Mahanaim.

Demikian disampaikan Danki C Satgas Pamtas RI-PNG Yonif MR 413 Kostrad Lettu Inf Bagus Dwi Hartanto, ketika dikonfirmasinya, Sabtu (20/02/2021).

Disebutkan kegiatan pembongkaran gereja Mahanaim tersebut dilakukanm karena adanya pembangunan gereja baru dengan menggunakan nama yang sama.

“Yang dibongkar itu gereja lama, namanya tetap sama gereja Mahanaim. Alasan utama kami bongkar, karena banyak material bangunan yang masih bisa digunakan di pembangunan gereja baru. Seperti seng, kayu pondasi dan kusen serta kaca jendela,” jelas Bagus.

Sementara itu, Dansatgas Yonif MR 413 Kostrad Mayor Inf Anggun Wuriyanto SH, MHan yang mendapat laporan dari Danki C Satgas, mengapresiasi kegiatan yang dilakukan Pos Yetti.

“Terimakasih kepada Pos Yetti atas ketulusan dan keikhlasan, yang telah membantu masyarakat membongkar gereja Mahanaim. Kalian harus menjadi solusi di tengah kesulitan masyarakat Perbatasan RI-PNG,” puji Dansatgas.

“Tetap semangat dan ikhlas dalam bertugas, namun demikian saya tekankan kepada anggota Pos, setiap kegiatan harus tetap memperhatikan faktor keamanan dan protokol kesehatan, agar tetap terhindar dari hal-hal yang tak kita inginkan,” ucap Anggun kepada Lettu Bagus melalui Radio Komunikasi.

Dilain sisi, Yanes selaku Pendeta Gereja Mahanaim mengaku senang atas kesediaan Satgas membantu dalam proses percepatan bangunan gereja baru.

“Dengan kita membongkar bangunan lama dan memanfaatkan barang terpakai, maka bangunan gereja baru akan semakin cepat berdiri, sehingga umat semakin kusuk dalam beribadah,” tutur Pendeta. **