Resmikan Tugu Harmony Award di Jayapura, Ini Pesan Wamenag

Wamenag Zainut Tauhid Sa'adi, didampingi Penjabat Walikota Jayapura Frans Pekey menandatangaani prasasti, saat meresmikan Tugu Harmony Award di Kota Jayapura. (Foto: Faisal Narwawan/Papuainside.id)

Oleh: Faisal Narwawan  I

PAPUAinside.id, JAYAPURA–Wakil Menteri Agama (Wamenag) Zainut Tauhid Sa’adi, meresmikan Tugu Harmony Award di Kota Jayapura, Selasa (7/3/2023) siang.

Wamenag dalam sambutannya mengapresiasi capaian Kota Jayapura dalam menciptakan dan menjaga kerukunan umat beragama.

Tugu Harmony Award, kata Wamenag, adalah anugerah Tuhan yang diletakan di pundak Pemerintah Kota dan warga Kota Jayapura.

Ia pun mengapresiasi Kota Jayapura dan mengajak umat beragama di Indonesia, untuk mencontoh Kota Jayapura.

“Kita tingkatkan persaudaraan sesama umat beragama dan mari contoh Kota Jayapura. Ini komitmen kita yang bukan saja pemanis bibir tapi benar-benar telah diwujudkan dalam kehidupan nyata,” ungkap Wamenag.

Harmony Award Kota Jayapura diraih pada 3 Januari 2021, yang diserahkan Menteri Agama kepada Pemkot Jayapura.

Hal itu menurutnya menjadi sejarah bagi Kota Jayapura sebagai kota yang beriman, modern dan toleran.

“Apresiasi kami berikan kepada Pemerintah Kota Jayapura yang menjaga ruang dan kerukunan antar umat beragama. Ini investasi yang paling berharga dan patut kita syukuri,” jelas Wamenag.

Di tempat yang sama, Penjabat Walikota Jayapura Frans Pekey mengatakan, toleransi umat beragama di Papua sudah dimulai sejak awal pekabaran injil di Papua termasuk Kota Jayapura.

“Kalau kita lihat sejarah, hubungan antara Islam dan Kristen sudah ada sejak dahulu. Kita tahu agama Kristen masuk dengan diantar oleh utusan Kesultanan Tidore yang beragama Islam,” katanya.

Karena itu, kata Pekey, kerukunan umat beragama di Kota Jayapura dijadikan sebagai barometer umat beragama di Papua.

“Kita terus warisi dan kita lakukan dalam kehidupan beragama. Untuk itu, sudah sepantasnya kita diberikan penghargaan Harmony Award, karena tak pernah ada gesekan antar umat agama di Kota Jayapura,” tegas Pekey. **

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *