Oleh: Faisal Narwawan I
PAPUAinside.com, JAYAPURA—Koalisi Kampus untuk Demokrasi Papua dilaunching di Jayapura, Sabtu (22/1/2022) siang.
Ketua Koalisi Kampus untuk Demokrasi Papua Dr. Marudut Hasugian mengatakan, Koalisi Kampus awalnya berdiri dan berorientasi untuk melakukan langkah-langkah partisipatif pada pelaksanaan Pemilu.
Seiring perkembangannya, Koalisi Kampus akhirnya dilirik berbagai kalangan. Hingga saat ini koalisi tersebut melebarkan sayapnya pada pembangunan Papua, termasuk berbicara tentang hak-hak masyarakat.
Sebagai langkah awal, koalisi tengah melakukan riset mengenai manajemen pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA) hutan dan pesisir di Papua.
“Dalam riset ini kami memilih tiga lokasi, yakni Kabupaten Jayapura, Supiori dan Boven Digoel. Kami lakukan dalam satu tahun ke depan ini,” ungkap Marudut, didampingi Sekretaris Koalisi Kampus Untuk Demokrasi Papua, Elvira Rumkabu.
Ia juga menjelaskan bahwa dari penelitian tersebut akan lahir rekomendasi yang langsung disampaikan kepada pemerintah.
“Kedepan ada banyak tawaran untuk konteks SDA, lebih spesifik kepada kehutanan di Papua,” lanjutnya lagi.
Diketahui, riset di tiga daerah tersebut akan dibagi sesuai konteks daerah tersebut, yakni di Sentani konteks pesisir dan hutan, Supiori konteks pesisir dan Boven Digoel konteks hutan. **














